Skip to main content

Featured Post

Profil Rahma Huda Putranto

Rahma Huda Putranto, S.Pd. adalah Duta Baca Kabupaten Magelang yang   lahir di Magelang, pada tahun 1992, lulus dengan predikat cumlaude dari Jurusan S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Semarang tahun 2014. Kini sedang menempuh Program Magister Manajemen Pendidikan di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Penulis pernah bekerja sebagai guru di SD Muhammadiyah Borobudur. Kemudian mendapat penempatan di SDN Giripurno 2 Kecamatan Borobudur sebagai Pegawai Negeri Sipil. Terhitung mulai tanggal 1 Maret 2018 mendapat tugas baru di SD Negeri Borobudur 1. Alamat tempat tinggal penulis berada di dusun Jayan RT 02 RW 01, Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, penulis dapat dihubungi melalui email r_huda_p@yahoo.co.id. Penulis pernah mengikuti program Latihan Mengajar di Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia selama 3 bulan pada tahun 2013. Penulis meraih peringkat ke-2 tes CPNS Kabupaten Magelang tahun 2014. Ket

Buah Zaitun dan Para Pemikir Besar

 

















Cerita berikut ini saya dapatkan ketika membaca buku Api Islam Nurcholis Madjid karya Ahmad Gaus. Dalam buku ini diceritakan bahwa Nurcholis ketika berkunjung ke California, dia menginap di rumah Jhon Ball, penulis novel ternama. Novel karya John Ball telah diangkat dalam enam film layar lebar.
Nurcholis Madjid untuk pertama kalinya mencicipi buah zaitun yang ditanam di rumah John Ball. Dijelaskan oleh John Ball, tanaman zaitun tidak memerlukan pemeliharaan dan bisa tumbuh ratusan tahun. Selain itu, buah zaitun adalah buah yang bergizi tinggi.
Dijelaskan pula secara gamblang, sejarah singkat buah Zaitun dengan para filosof Yunani dulu. Di masa Yunani kuno, mereka yang memiliki kebun-kebun zaitun adalah orang-orang kaya yang tidak perlu bekerja. Sehingga mereka menghabiskan waktunya untuk berpikir dan merenung. Tidak mengherankan bahwa di Yunani lahir para filsuf ternama (Gaus, 2010:66).
Hmm, jadi tertarik untuk menanam buah yang namanya tertulis di Al-Quran ini. Hehehe, biar kaya filsuf yunani dulu.
Borobudur, 1 Januari 2018

Comments

Baca Juga