Skip to main content

Featured Post

Profil Rahma Huda Putranto

Rahma Huda Putranto, S.Pd. adalah Duta Baca Kabupaten Magelang yang   lahir di Magelang, pada tahun 1992, lulus dengan predikat cumlaude dari Jurusan S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Semarang tahun 2014. Kini sedang menempuh Program Magister Manajemen Pendidikan di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Penulis pernah bekerja sebagai guru di SD Muhammadiyah Borobudur. Kemudian mendapat penempatan di SDN Giripurno 2 Kecamatan Borobudur sebagai Pegawai Negeri Sipil. Terhitung mulai tanggal 1 Maret 2018 mendapat tugas baru di SD Negeri Borobudur 1. Alamat tempat tinggal penulis berada di dusun Jayan RT 02 RW 01, Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, penulis dapat dihubungi melalui email r_huda_p@yahoo.co.id. Penulis pernah mengikuti program Latihan Mengajar di Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia selama 3 bulan pada tahun 2013. Penulis meraih peringkat ke-2 tes CPNS Kabupaten Magelang tahun 2014. Ket

Prof. Noeng Muhadjir: Mengembangkan Ilmu dari Grass Root

Dalam penelitian phenomenologik, dipantangkan untuk memulai penelitian dari kerangka teori, dipantangkan menggunakan rerensi hasil penelitian terdahulu menjadi tidak berangkat penelitian. Pegangan peneliti phenomenologik: harus empty handed tetapi jangan empty headed, berkerangka dari teori dipantangkan, tapi berbekal pengetahuan yang relevan, perlu.

Pola Kasus Laporan dan Dilema

Dalam konteks mencari teori yang grass root, semestinya dicari hasil penelitian yang menyatakan atau dinyatakan sebagai studi phenomenologik yang membahasakan kerangka fikir subyek penelitian, bukan menampilkan kerangka pikir peneliti.

Kesimpulan Generative

Dari sisi Epistemologi, kebenaran fenomenologic diperoleh secara generatif. Sangat berbeda dengan penelitian pada paradigma kuantitatif yang membuktikan kebenaran pernyataan hipotetiknya lewat akumulasi data empiris dibuat kesimpulan generalisasi.

Pengembangan teori

Penulis membedakan tiga jenjang atau tahapan pengembangan teori yaitu teori Substantif atau Teori jenjang pertama, teori formal atau teori jenjang kedua, dan grand theory atau teori jenjang ketiga.

Teori substansif adalah teori yang dibangun atas hasil uji empirik  tentang objek penelitiannya pada kasus atau pada populasi lokal.
Sedangkan teori formal pada dasarnya dibangun dengan cara mengadakan analisis reflektif cerdas mengekstensi arti objek penelitian tahap pertama.

Pada pengembangan grand teori dapat dijelaskan terlebih dahulu jalan induktif atau grounded. Dari teori substantif tersebut di atas, kita dapat mengadakan refleksi cerdas untuk menemukan variabel konstan (bila menggunakan pendekatan positivistik) atau menemukan hal paling esensial bila menggunakan (pendekatan fenomenologic) dan dapat ditarik benang merah yang universal dalam arti substansif atau tool, maka kita dapat membangun grand theory.

Comments

Baca Juga