Skip to main content

Featured Post

Profil Rahma Huda Putranto

Rahma Huda Putranto, S.Pd. adalah Duta Baca Kabupaten Magelang yang   lahir di Magelang, pada tahun 1992, lulus dengan predikat cumlaude dari Jurusan S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Semarang tahun 2014. Kini sedang menempuh Program Magister Manajemen Pendidikan di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Penulis pernah bekerja sebagai guru di SD Muhammadiyah Borobudur. Kemudian mendapat penempatan di SDN Giripurno 2 Kecamatan Borobudur sebagai Pegawai Negeri Sipil. Terhitung mulai tanggal 1 Maret 2018 mendapat tugas baru di SD Negeri Borobudur 1. Alamat tempat tinggal penulis berada di dusun Jayan RT 02 RW 01, Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, penulis dapat dihubungi melalui email r_huda_p@yahoo.co.id. Penulis pernah mengikuti program Latihan Mengajar di Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia selama 3 bulan pada tahun 2013. Penulis meraih peringkat ke-2 tes CPNS Kabupaten Magelang tahun 2014. Ket

Prof. Noeng Muhadjir: Pengelompokkan Definisi

Fungsi logik dari definisi adalah memberikan batas arti atau makna simbolik dari sesuatu konsep sehingga definisi di sama artikan dengan batasan.

Dalam ilmu pengetahuan, definisi biasa diberi sinonim batasan atau penjelasan. Disebut penjelasan karena memberikan keterangan agar sesuatu istilah dapat menjadi jelas. Disebut batasan karena memberikan batas-batas arti dari istilah yang hendak dijelaskan.

Prof. Noeng Muhadjir membedakan definisi menjadi 3, yaitu:

1. Definisi nominalis

Definisi nominalis merupakan penjelasan atas sesuatu istilah dengan menggunakan kata lain yang lebih dikenal. Definisi nominalis setidak-tidaknya dibedakan menjadi dua, yaitu definisi sinonim dan definisi etimologik.
1. Definisi sinonim penjelasan diberikan dengan menggunakan persamaan kata atau memberikan penjelasan dengan kata yang dikenal.
definisi etimologik merupakan penjelasan dengan cara mengetengahkan asal mula istilahnya.

Untuk para pemula dalam dunia ilmu, .embuat batasan telaah dengan menggunakan definisi nominalis dapat ditolelir. Bagi para ilmuwan lanjut penggunaan definisi nominalis menjadi indikator lemahnya pengetahuan yang dimiliki yang bersangkutan.

Karena biasanya sesuatu istilah itu telah berkembang demikian lanjutnya. Sehingga maknanya sudah bergeser jauh. Bagi penulisan skripsi dan bagi ilmuwan muda membuat telaah berpangkal dari definisi nominalis baik-baik saja. Tetapi bagi penulisan tesis sesuatu istilah jangan dijelaskan berdasarkan kamus. Bolehlah didasarkan pada penjelasan ensiklopedi historis, ensiklopedi sistematis atau handbook. Sedangkan untuk disertasi sesuatu istilah hendaknya dijelaskan dengan menurut perkembangan konsep yang berbeda-beda antara para ahli. Perkembangan konsep tersebut dianjurkan didefinisikan dengan menggunakan definisi realis atau definisi praktis.

2. Definisi realis
Definisi realis memberikan penjelasan atau batasan berdasar isi yang terkandung dalam konsep yang didefinisikan. Menjelaskan isi dapat dilakukan dengan analitik atau disebut definisi analitik. Pada definisi ini isi konsep tersebut diurai menjadi bagian bagian atau unsur-unsur.

3. Definisi praktis
Definisi praktis mementingkan penjelasan kegunaannya dan apa fungsinya. Definisi praktis terdiri dari dua yaitu definisi fungsional dan definisi operasional.

4. Definisi paradigmatik
Definisi paradigmatik merupakan cluster keempat dari definisi yang muncul karena tata fikir kompleks yang operasional pragmatik.

Comments

Baca Juga