Skip to main content

Featured Post

Profil Rahma Huda Putranto

Rahma Huda Putranto, S.Pd. adalah Duta Baca Kabupaten Magelang yang   lahir di Magelang, pada tahun 1992, lulus dengan predikat cumlaude dari Jurusan S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Semarang tahun 2014. Kini sedang menempuh Program Magister Manajemen Pendidikan di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Penulis pernah bekerja sebagai guru di SD Muhammadiyah Borobudur. Kemudian mendapat penempatan di SDN Giripurno 2 Kecamatan Borobudur sebagai Pegawai Negeri Sipil. Terhitung mulai tanggal 1 Maret 2018 mendapat tugas baru di SD Negeri Borobudur 1. Alamat tempat tinggal penulis berada di dusun Jayan RT 02 RW 01, Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, penulis dapat dihubungi melalui email r_huda_p@yahoo.co.id. Penulis pernah mengikuti program Latihan Mengajar di Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia selama 3 bulan pada tahun 2013. Penulis meraih peringkat ke-2 tes CPNS Kabupaten Magelang tahun 2014. Ket

Menjalankan Usaha dengan Landasan Kuat

Hidup ini penuh dengan godaan. Ditambah dengan adanya iming-iming uang, godaan semakin menjadi. Memang, uang menjadi daya tarik tersendiri bagi setiap insan. Bahkan karena uang jugalah orang rela melakukan apa saja.

Uang bisa saja susah bisa juga gampang diperoleh di zaman ini. Kenyataannya, zaman sekarang banyak cara mendapatkan uang. Era teknologi informasi menghadirkan kesempatan terbuka bagi siapa saja untuk berusaha. Apalagi tren ekonomi digital yang semakin menanjak.

Uang bisa saja diperoleh melalui aktivitas produksi video kemudian diunggah di YouTube. Bisa juga melalui jualan online dengan memanfaatkan e-commerce. Tak berhenti disitu, media sosial pun bisa membuka kesempatan bagi setiap orang untuk berbisnis. Aktivitas jual beli di dunia maya ini menjadikan "profesi" digital marketer sebagai primadona baru.

Penjelasan mengenai berbagai peluang untuk mendapatkan uang melalui dunia maya seperti di atas sering kali membuat orang tidak fokus. Ada saja orang yang tergoda ingin menjadi YouTubers. Belum berhasil monetisasi YouTube tiba-tiba mendengar kesuksesan orang berjualan online. Kemudian ia mencoba jadi penjual online.

Belum berhasil menjual barang secara online, ada saja keinginan mendapatkan uang melalui kompetisi membuat logo. Bergabunglah ia menjadi desainer logo. Akhirnya cita-cita awalnya menjadi YouTubers terlupakan.

Jadi tulisan ini sejatinya mengajak kepada khalayak sekalian untuk mengingat bahwa semakin terbuka kesempatan, semakin banyak godaannya. Begitu pula dalam berusaha meraih kesejahteraan hidup. Hendaknya kita memiliki landasan yang kuat agar tidak terombang-ambing karena godaan.

Landasan sebelum berusaha dapat berwujud ikrar "tujuan". Ikrar inilah yang diingat-ingat agar tidak mudah menyerah dan berpindah profesi. Sungguh, godaan besar di zaman ini cenderung berasal dari dalam diri sendiri.

Comments

Baca Juga