Koleksi tanaman yang ada di SDN Borobudur 1 tergolong sangat banyak. Berbagai jenis tanaman ada di sini. Mulai dari tanaman buah sampai tanaman hias.
Tanaman yang ada di SDN Borobudur 1 tidak hanya sekedar ditanam. Namun semuanya membutuhkan perawatan. Perawatan harus dilakukan agar tanaman bisa tumbuh dengan subur.
Pencanangan SDN Borobudur 1 sebagai sekolah adi wiyata menorehkan kesadaran akan pentingnya merawat tanaman. Sebelum adanya program adiwiyata, tanaman banyak yang tidak terawat.
Tanaman mati terlihat di taman sekolah. Daun tanaman tiba-tiba menguning kemudian mengering dan akhirnya mati. Kematian tanaman disebabkan karena kurangnya air dan pupuk.
Pupuk bagi tanaman sangatlah penting. Pupuk bagi tanaman layaknya vitamin bagi manusia. Pupuk menjadi penunjang kesuburan tanaman.
Program sekolah adiwiyata di SDN Borobudur 1 salah satunya adalah pelibatan siswa dalam pembuatan pupuk. Ada beberapa jenis pupuk yang dikembangkan di SDN Borobudur 1. Namun dalam tulisan ini hanya akan dibahas jenis pupuk kompos.
Pupuk kompos adalah pupuk yang berasal dari penguraian bahan-bahan organik. Pupuk kompos berasal dari pembusukan dedaunan tanaman. SDN Borobudur 1 membuat kompos dari dedaunan yang jatuh di taman sekolah.
Dari aspek ekonomi, pupuk kompos memiliki keunggulan berupa hemat biaya untuk transportasi dan penimbunan limbah; mengurangi volume/ukuran limbah; dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi daripada bahan asalnya.
Teknik pembuatan kompos dilakukan secara alami tanpa menggunakan aktivator. Pembuatan kompos dengan teknik ini membutuhkan waktu dua minggu. Baru kemudian kompos bisa digunakan untuk memupuk tanaman yang ada di SDN Borobudur 1.
Tanaman di SDN Bobudur 1 saat ini terlihat subur. Tidak ditemukan lagi tanaman yang mati karena daun yang menguning atau kering. Pupuk kompos terbukti membuat tanaman semakin hijau dan rindang.