Gunakan Momentum Sepi dengan Potongan Harga

Teknik marketing ada banyak. Otomatis, cara memasarkan produk tidak hanya satu. Semakin banyak alternatif cara untuk memasarkan, semakin besar peluang produk laku di pasaran.

Ini seperti yang dilakukan oleh salah satu usaha yang ada di dekat saya tinggal. Usaha yang bergerak di bidang pariwisata ini memiliki banyak cara untuk memasarkan jasanya. Maklum, pengeluaran untuk menjalankan roda usaha harus ditutup dengan adanya pemasukan.

Pemasukan diperoleh dari pelanggan yang datang. Ternyata, usaha pariwisata ini tidak hanya menunggu pengunjung datang. Namun ada upaya "menjemput bola."

Cara "jemput bola" dilakukan dengan memberikan undangan ke target konsumen. Target market atau calon pelanggan diundang menggunakan surat. Surat ini diantar oleh petugas marketing.
Petugas marketing juga tidak hanya mengantar  surat saja. Namun melakukan direct marketing. Saat itu juga harus ada closing penjualan.

Selain kelihaian petugas marketing ada tawaran harga yang lebih murah. Lebih murah dari harga pengunjung biasa. Besaran potongan harga cukup kompetitif.

Apakah pengusaha ini rugi? Ternyata tidak, karena potongan harga hanya diberikan pada jam yang ditentukan. Jam-jam sepi ini adalah waktu-waktu dimana pengunjung umum enggan berkunjung. Ya kalau di dunia TV ada waktu-waktu emas.

Pelajaran yang bisa diambil untuk usaha kita adalah pertama, jangan hanya melakukan satu strategi marketing. Dua, sediakan pilihan harga yang lebih murah untuk promosi. Tiga, harga yang lebih murah hanya diberikan di saat tertentu saja alias saat benar-benar sepi. Intinya, potongan harga diberikan tidak untuk usahanya rugi.

Post a Comment

Previous Post Next Post

Ad 2