Skip to main content

Featured Post

Profil Rahma Huda Putranto

Rahma Huda Putranto, S.Pd. adalah Duta Baca Kabupaten Magelang yang   lahir di Magelang, pada tahun 1992, lulus dengan predikat cumlaude dari Jurusan S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Semarang tahun 2014. Kini sedang menempuh Program Magister Manajemen Pendidikan di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Penulis pernah bekerja sebagai guru di SD Muhammadiyah Borobudur. Kemudian mendapat penempatan di SDN Giripurno 2 Kecamatan Borobudur sebagai Pegawai Negeri Sipil. Terhitung mulai tanggal 1 Maret 2018 mendapat tugas baru di SD Negeri Borobudur 1. Alamat tempat tinggal penulis berada di dusun Jayan RT 02 RW 01, Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, penulis dapat dihubungi melalui email r_huda_p@yahoo.co.id. Penulis pernah mengikuti program Latihan Mengajar di Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia selama 3 bulan pada tahun 2013. Penulis meraih peringkat ke-2 tes CPNS Kabupaten Magelang tahun 2014. Ket

Belajar dari Michaelangelo: Buang Yang Bukan David!

David, sebuah patung masterpiece dari Michaelangelo. Patung ini mendapat apresiasi luar biasa sejak pertama kali dipamerkan di publik. Apresiasi keindahan patung ini tidak begitu saja muncul. Semua butuh proses.

Proses pembuatan patung ini berlangsung empat tahun. Dua tahun pertama digunakan untuk memperoleh gambaran kasar patung David. Sedangkan dua tahun selanjutnya digunakan untuk menghaluskan patung david agar mendapatkan detail yang diinginkan.

Waw, waktunya panjang ya. Butuh ketelatenan untuk membuat patung seperti ini. Oh iya, sebelumnya diceritakan bahwa batu yang digunakan untuk membuat patung ini berasal dari batu yang berada di pinggir jalan.

Batu ini tergeletak begitu saja. Orang yang lalu lalang tidak peduli dengan batu ini. Sampai Michaelangelo melihatnya. Ia melihat sosok David dengan jelas di dalam batu ini. Maka ia memahat batu ini dengan gambaran David seperti yang ada di otaknya.

Kembali ke peristiwa saat patung ini pertama kali dipamerkan di depan publik. Dalam catatan sejarah dikatakan tertegun kagum atas karya patung yang sangat detail ini. Patung David ini mirip seperti "aslinya."

Lantas, banyak yang bertanya kepada Michaelangelo tentang  bagaimana ia bisa melahirkan karya seindah ini. Ia menjawab bahwa ketika pertama kali ia menemukan batu di pinggir jalan, Michaelangelo sudah bisa melihat David dengan jelas berada di dalam batu tersebut.

Baru kemudian, setiap kali ia memahat selalu "membuang apa yang bukan David." Ia membuang segala bentuk pikiran yang bukan David. Artinya ia fokus pada perwujudan David itu selama empat tahun pemahatan.

Pelajaran bagi kita adalah kita harus membuang jauh-jauh pikiran yang bukan pikiran yang kita cita-citakan atau yang kita inginkan. Buanglah pikiran negatif. Seperti terlalu khawatir, takut, dan malas. Buang segala sesuatu yang bukan David.

Ahad, 7 Juni 2020

Comments

Baca Juga