Skip to main content

Featured Post

Profil Rahma Huda Putranto

Rahma Huda Putranto, S.Pd. adalah Duta Baca Kabupaten Magelang yang   lahir di Magelang, pada tahun 1992, lulus dengan predikat cumlaude dari Jurusan S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Semarang tahun 2014. Kini sedang menempuh Program Magister Manajemen Pendidikan di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Penulis pernah bekerja sebagai guru di SD Muhammadiyah Borobudur. Kemudian mendapat penempatan di SDN Giripurno 2 Kecamatan Borobudur sebagai Pegawai Negeri Sipil. Terhitung mulai tanggal 1 Maret 2018 mendapat tugas baru di SD Negeri Borobudur 1. Alamat tempat tinggal penulis berada di dusun Jayan RT 02 RW 01, Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, penulis dapat dihubungi melalui email r_huda_p@yahoo.co.id. Penulis pernah mengikuti program Latihan Mengajar di Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia selama 3 bulan pada tahun 2013. Penulis meraih peringkat ke-2 tes CPNS Kabupaten Magelang tahun 2014. Ket

Yang Paling Menarik dari Lokakarya Perdana

Saya mendapat tugas mengikuti lokakarya perdana Pendidikan Guru Penggerak (PGP). Lokakarya yang sering disebut juga dengan lokakarya 0 ini berlangsung di Artos Hotel Magelang pada Sabtu, 9 Oktober 2021.

Saya mendapatkan pendamping praktik bernama Bapak Samsudin. Nama beliau sudah sangat familier. Pun apabila nama tersebut diberi gelar akademis, setidaknya ada tiga gelar akademis yang melekat di namanya.

Lokakarya perdana saya kira sama seperti workshop, bimtek atau sekedar seminar. Bayangan ini muncul karena adanya kesan 'mungkin' program ini hanya sekedar formalitas seperti program yang sudah-sudah.

Sebaliknya, lokakarya perdana ini mampu membuka mata, hati dan pikiran kedua belah pihak yang terlibat. Kedua pihak yang terlibat ini adalah guru dan kepala sekolah. Pihak-pihak inilah yang nantinya selama sembilan bulan akan intens berkolaborasi dalam menuntaskan pendidikan guru penggerak.

Lokakarya perdana berisi beberapa agenda. Hanya saja ada satu agenda yang benar-benar bisa membuka mata, hati dan pikiran. Agenda ini yang membuat lokakarya ini berbeda dengan workshop, bimtek atau sekedar seminar yang sebelumnya saya ikuti.

Agenda ini bertajuk 'harapan dan kekhawatiran'. Awalnya, peserta dikelompokkan sesuai status pekerjaan. Hingga muncullah kelompok calon guru penggerak dan kelompok kepala sekolah.

Kedua kelompok diminta untuk membuat peta pikiran. Pokok pikirannya adalah menuliskan masing-masing tiga harapan dan tiga kekhawatiran ketika pendidikan guru penggerak berlangsung.

Pengajar praktik yang bertugas memandu lokakarya, selanjutnya meminta peserta untuk menuliskan strategi mewujudkan harapan dan strategi meminimalisir kekhawatiran.

Setiap kelompok mempresentasikan kekhawatiran dan harapannya. Tak disangka, terjadi dialog antara guru dan kepala sekolah. Dialog inilah yang paling menarik.


Grand Artos Hotel & Convention, 9 Oktober 2021








Comments

Baca Juga