Manusia juga disebut sebagai homo simbolicum. Secara sederhana dapat diartikan bahwa manusia adalah makhluk simbol. Yaitu orang-orang yang menyukai simbol, tanda, ciri atau identitas. Saking sukanya dengan simbol, manusia terjebak pada simbol itu sendiri.
Jebakan yang paling fatal yaitu menjadikan simbol sebagai tujuan. Melupakan makna terdalam dari apa yang disimbolkan. Kebanggaan pada simbol melenakan diri untuk mencari tahu apa yang sebenarnya yang ada di dalam simbol ini. Padahal ketika memakai simbol, belum tentu kita sampai ke tujuan yang sebenarnya.
Contoh pada kehidupan berorganisasi, mudah sekali ditemukan orang-orang yang suka memakai simbol-simbol organisasi. Simbol itu digunakan untuk membenarkan segala tindak tanduknya. Bahkan dengan bersembunyi di balik simbol itu mengintimidasi orang lain. Padahal secara ideologi organisasi tindakan intimidasi tidak dibenarkan. Inilah contoh kalau hanya menyukai simbol organisasi tapi tidak menghayati ideologi di baliknya.
Ada juga perumpaan yang mudah dipahami. Misalnya ada seseorang yang menetapkan tujuan menuju ke Jakarta. Ketika turun di jalan, ia melihat tanda atau simbol. "Ke Jakarta 140 km". Ia membaca tanda ini. Ia merasa sudah sampai ke tujuannya, yaitu Jakarta. Padahal ia belum sampai di Jakarta. Ia menganggap bahwa simbol dan tanda ini menunjukkan kota Jakarta. Padahal ia tidak beranjak kemana-mana. Hal ini disebabkan karena ia tidak mampu memahami simbol atau tanda.
Simpulannya, setiap orang harus mengaktifkan otaknya. Berpikir mencari makna atas tanda atau simbol yang ditemui. Agar tidak terjebak pada simbol dan melupakan makna sebenarnya. Berpikir spekulatif dan mengkonfirmasi hasil berpikir dengan teori atau pengetahuan yang ada menjadi kunci agar tidak terjerumus pada jebakan simbol.
Nb: Hhhha kalau difoto ini, jangan maknai kacamata sebagai penanda/ simbol kegantengan
Tags
Opini
