Skip to main content

Featured Post

Profil Rahma Huda Putranto

Rahma Huda Putranto, S.Pd. adalah Duta Baca Kabupaten Magelang yang   lahir di Magelang, pada tahun 1992, lulus dengan predikat cumlaude dari Jurusan S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Semarang tahun 2014. Kini sedang menempuh Program Magister Manajemen Pendidikan di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Penulis pernah bekerja sebagai guru di SD Muhammadiyah Borobudur. Kemudian mendapat penempatan di SDN Giripurno 2 Kecamatan Borobudur sebagai Pegawai Negeri Sipil. Terhitung mulai tanggal 1 Maret 2018 mendapat tugas baru di SD Negeri Borobudur 1. Alamat tempat tinggal penulis berada di dusun Jayan RT 02 RW 01, Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, penulis dapat dihubungi melalui email r_huda_p@yahoo.co.id. Penulis pernah mengikuti program Latihan Mengajar di Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia selama 3 bulan pada tahun 2013. Penulis meraih peringkat ke-2 tes CPNS Kabupaten Magelang tahun 2014. Ket

Menanam Sayur dan Ketahanan Pangan

"Kelak umat manusia berebut lahan untuk menghasilkan pangan"

Kurang lebih seperti itulah pernyataan seorang panglima tentara nasional ketika membicarakan ancaman sebuah negara. Ketersediaan pangan menjadi komponen yang paling mendesak untuk dipenuhi oleh umat manusia. Sedangkan pangan sangat tergantung pada ketersediaan lahan.

Jumlah manusia kian hari kian meningkat. Badan Kependudukan PBB pada tahun 2012 merilis jumlah penduduk dunia mencapai 7 milyar jiwa. Padahal luas lahan untuk hidup sangatlah terbatas.

Manusia membutuhkan lahan sebagai tempat tinggal dan memproduksi pangan. Kedua hal ini saling berebut kepentingan. Di satu sisi manusia membutuhkan lahan untuk menanam tanaman pangan yang sangat penting bagi keberlangsungan hidup. Sedang disi yang lain manusia membutuhkan tembok-tembok bangunan tempat tinggal.

Kini manusia saling berebut lahan. Utamanya lahan subur penghasil pangan. Perebutannya kini masih "terkontrol" dengan adanya regulasi. Namun tidak menutup kemungkinan bila kebutuhan memang semakin mendesak akan terjadi "chaos."



Yang Bisa Dilakukan
Manusia saat ini mau tidak mau berpikir bagaimana caranya menghasilkan pangan sebanyak-banyaknya di lahan yang sesempit-sempitnya. Tak heran, ilmu pertanian modern dilirik oleh orang-orang berdasi.

Jurusan pertanian di perguruan tinggi dunia menjadi tumpuan kesuksesan umat manusia bertahan hidup. Walau di beberapa negara jurusan pertanian dipandang sebelah mata.

Saya kali ini sebagai guru berupaya mengenalkan tanaman pangan dan bagaimana cara mengembangkannya. Caranya masih sangat sederhana, menanam tanaman sayur di polybag dengan media tanah seadanya.

Harapanya siswa-siswi mengetahui betapa berharganya pangan di kelak kemudian hari. Minimal, kegiatan ini menjadi dasar pijakan untuk mengembangkan teknologi penghasil pangan melalui mekanisme pertanian yang efektif dan efisien. Semoga.

Comments

Baca Juga