Fokus memang menjadi kunci atas keberhasilan suatu proyek. Akan tetapi fokus juga dapat melenakan. Terlalu fokus membuat seseorang sulit mengubah fokus ke perkara yang lain.
Hal tersebut kerap terjadi pada manusia modern. Manusia modern sering terlibat pada banyaknya peran. Peran manusia modern ini sebenarnya pernah saya bahas pada tulisan di blog ini setahun yang lalu.
Peran manusia modern bila diinventarisir paling tidak ada tiga yang utama. Yaitu berperan sebagai anggota keluarga, anggota masyarakat dan anggota organisasi kerja. Peran-peran tersebut akan sangat baik bila dapat diperankan secara seimbang.
Namun mencapai keseimbangan peran ini tidaklah mudah. Apalagi di zaman modern dimana kecepatan dan keterjangkauan menjadi keniscayaan. Semuanya menembus ruang dan waktu.
Bisa saja ketika seseorang sedang berperan sebagai anggota keluarga di rumah, namun pesan Whatsapp dari rekan kerjanya masuk ke smartphonenya. Pesan yang masuk ini termasuk dalam kategori pentinh. Maka pesan ini harus ditanggapi dengan baik.
Lantas, mau tidak mau seseorang itu harus berubah peran secara cepat dari anggota keluarga menjadi anggota kelompok organisasi kerjanya. Perubahan fokus dari perannya yang lalu ke peran yang baru harus cepat.
Sebenarnya banyak contoh dimana kita harus memiliki kemampuan mengubah peran dengan cepat. Kehidupan sekarang tidak seperti dulu, dimana kalau dulu ketika sudah lepas baju dan jam kerja habis kita bisa mengubah peran tidak lagi menjadi organisasi kerja.
Ya maklum juga ya, kan sekarang semuanya serba "connected" dan terbuka. Semua saling terkoneksi dan kita tidak bisa membendungnya. Satu-satunya jalan cuma bisa menyesuaikan diri agar bisa mengubah fokus dan peran lebih cepat lagi. Terus bagaimana cara mengubah fokus dengan cepat tanpa merugikan peran kita yang lain?
Keterampilan mengubah fokus inilah yang menjadi kunci untuk meraih keseimbangan.