Andi merasa kaget setengah mati ketika mendengar cerita Ani. Ani merupakan sahabat baik Andi. Ani menceritakan hasil pertemuan dia dengan temannya Andi, Susi namanya.
Andi awalnya terpikat dengan Susi karena Susi mudah bergaul. Pada dasarnya, Susi enak diajak bicara. Saking enaknya bicara, isi pembicaraan bisa sampai kemana-mana. Bahkan tak sadar sampai "meng-ghibah" orang lain.
Andi dan Susi sangat asyik membicarakan orang lain. Sampai-sampai seperti peribahasa "Kuman di seberang lautan tampak, namun Gajah di pelupuk mata tak tampak." Membicarakan orang lain dan mengkulitinya sampai ke tulang benar-benar melenakan.
Saking senangnya dengan Susi, Andi tidak percaya kalau Susi membicarakan dirinya di depan Ani. Susi asyiknya "meng
-ghibah" Andi di depan Ani. Sampai-sampai pembicaraan itu membuat Ani tidak enak hati dengan Andi.
Andi pun sampai pada sebuah kesimpulan dimana ternyata ketika seseorang membicarakan orang lain denganmu, maka siap-siap saja, Ia akan membicarakanmu dengan orang lain pula saat dirimu tidak ada di hadapannya.
Kalau tidak mau jadi bahan pembicaraan orang lain, jangan suka membicaran orang lain (Rahma Huda Putranto)