Skip to main content

Featured Post

Profil Rahma Huda Putranto

Rahma Huda Putranto, S.Pd. adalah Duta Baca Kabupaten Magelang yang   lahir di Magelang, pada tahun 1992, lulus dengan predikat cumlaude dari Jurusan S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Semarang tahun 2014. Kini sedang menempuh Program Magister Manajemen Pendidikan di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Penulis pernah bekerja sebagai guru di SD Muhammadiyah Borobudur. Kemudian mendapat penempatan di SDN Giripurno 2 Kecamatan Borobudur sebagai Pegawai Negeri Sipil. Terhitung mulai tanggal 1 Maret 2018 mendapat tugas baru di SD Negeri Borobudur 1. Alamat tempat tinggal penulis berada di dusun Jayan RT 02 RW 01, Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, penulis dapat dihubungi melalui email r_huda_p@yahoo.co.id. Penulis pernah mengikuti program Latihan Mengajar di Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia selama 3 bulan pada tahun 2013. Penulis meraih peringkat ke-2 tes CPNS Kabupaten Magelang tahun 2014. Ket

Peluang Mati Orang Sehat dan Sakit itu Sama!

Orang yang sakit dan orang yang sehat memiliki "kemungkinan" yang sama untuk mati.

Ungkapan di atas saya dengar langsung dari kakak sepupu saya. Ia mengatakan kalimat seperti di atas ketika ia menceritakan kondisi istrinya.

Kalimat di atas memang betul. Orang yang sehat maupun orang yang sakit memiliki kemungkinan yang sama untuk mati. Karena kematian adalah hal yang pasti.

Banyak kasus kematian terjadi di antara orang sehat. Orang yang di pagi hari segar dan bugar, bisa saja meninggal di sore hari. Entah karena serangan jantung, kecelakaan atau lain sebagainya.

Kematian tidak melulu didahului dengan sakit. Makhluk hidup seolah tidak perlu sakit dulu untuk merasakan kematian.

Kadang kita melupakan hal itu ketika sakit. Ketika sakit kita seringkali pesimis. Tidak semangat karena seolah orang yang sakit pasti berujung pada kematian. Padahal, sekali lagi, kematian dapat menyerang orang yang sehat.

Hikmah yang dapat kita petik setidaknya ada tiga. Pertama, ketika sakit harus tetap optimis, jangan sampai kalah atau berpikir orang yang sakit itu memiliki kemungkinan besar untuk mati.

Kedua, orang yang sehat pun tidak boleh berleha-leha dan merasa jauh dari kematian. Orang yang sehat memiliki peluang yang sama dengan orang yang sakit.

Ketiga, baik ketika sehat atau sakit hendaknya kita selalu mengingat Tuhan Yang Maha Esa. Jangan hanya karena merasa sehat kita lupa dengan Tuhan. Jangan pula hanya mengingat Tuhan saat sakit.

Comments

Baca Juga