Orang Efisien Tentu Sukses, Orang Sukses Harus Efisien

Allah SWT Maha Adil. Dia memberikan jatah waktu yang sama ke setiap makhluknya, yaitu 24 jam sehari. Namun dalam waktu 24 jam itu ada yang bisa memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya namun ada juga yang tidak.

Ada yang merasa waktu 24 jam sehari kurang bagi dirinya. Kekurangan waktu ini sering diekspresikan dengan istilah "Tugas Lebih Banyak daripada Waktu yang Tersedia". Apabila manusia menyadari akan tugas-tugasnya, maka akan diketemukan bahwa tugas manusia mencakup berbagai sendi kehidupan. Tugas tersebut mulai dari tugas di rumah, tugas di tempat kerja, bahkan tugas sebagai seorang hamba Tuhan.

Namun ada juga manusia yang tidak sadar akan tugas-tugas itu. Waktunya dalam sehari dihabiskan untuk tidur, makan, minum atau kegiatan lain yang kurang produktif. Pada manusia seperti ini lah waktu seolah-olah sangatlah banyak.

Lantas, siapa orang yang sukses itu? Jawabanya tentu orang yang paling produktif. Produktifitas ternyata bukan ditentukan oleh jatah waktu. Karena banyak tokoh-tokoh besar yang mampu meraih sukses di masa muda. Sehingga produktifitas itu lebih ditentukan oleh pemanfaatan waktu yang sebaik-baiknya.

Semakin baik penggunaan waktu, semakin produktif orang tersebut. Kemudian muncul rumus derajat kesuksesan seseorang, yaitu banyaknya hasil (produktifitas) dibagi dengan sumber daya yang digunakan (Sumber daya ini bisa berbentuk waktu, tenaga atau potensi lainnya).

Inilah yang dinamakan rumus efisiensi. Sehingga dapat dijabarkan bahwa efisien adalah memperoleh hasil sebanyak-banyaknya dengan sumber daya seminim mungkin.

Jadi betul kata The Liang Gie (2003:8), bahwa:
"Orang efisien tentu sukses.
Orang sukes harus efisien".

Daftar Pustaka: The Liang Gie, Efisiensi Untuk Meraih Sukses, Edisi Pertama, 2003.

Post a Comment

Previous Post Next Post

Ad 2