Skip to main content

Featured Post

Profil Rahma Huda Putranto

Rahma Huda Putranto, S.Pd. adalah Duta Baca Kabupaten Magelang yang   lahir di Magelang, pada tahun 1992, lulus dengan predikat cumlaude dari Jurusan S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Semarang tahun 2014. Kini sedang menempuh Program Magister Manajemen Pendidikan di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Penulis pernah bekerja sebagai guru di SD Muhammadiyah Borobudur. Kemudian mendapat penempatan di SDN Giripurno 2 Kecamatan Borobudur sebagai Pegawai Negeri Sipil. Terhitung mulai tanggal 1 Maret 2018 mendapat tugas baru di SD Negeri Borobudur 1. Alamat tempat tinggal penulis berada di dusun Jayan RT 02 RW 01, Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, penulis dapat dihubungi melalui email r_huda_p@yahoo.co.id. Penulis pernah mengikuti program Latihan Mengajar di Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia selama 3 bulan pada tahun 2013. Penulis meraih peringkat ke-2 tes CPNS Kabupaten Magelang tahun 2014. Ket

Mengantuk Ketika Mendengar Lantunan Ayat Al-Quran

Ahad kali ini saya sekeluarga mendapat undangan dari bulik Yati. Undangan untuk mengikuti kegiatan khataman Al-Quran. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai wujud kesyukuran karena Bulik baru saja membeli tanah di samping bengkel miliknya.

Aku merasa ini kali pertama mengikuti kegiatan khataman. Secara teknis pelaksanaan, khataman ini dilakukan dengan membagi jumlah surat dengan jumlah ibu-ibu yang ada. Setiap ibu yang ikut kegiatan ini mendapat jatah membaca Al-Quran yang panjangnya satu sama lain. Jadi, setiap ibu yang membaca Al-Quran akan berakhir di waktu yang sama. Di waktu yang sama itu, sekelompok ibu ini sudah menyelesaikan pembacaan seluruh isi Al-Quran.

Mengantuk
Aku belum ada lima menit duduk mendengarkan bacaan Al-Quran yang dibaca ibu-ibu ini sudah merasa sangat mengantuk. Badan terasa capek. Pengen rasanya merebahkan badan. Memejamkan mata.


Aku ingin tidur seperti Rafi. Yang tidurnya pulas. Serasa tidak ada yang mengganggu walau lantunan Al-Quran terdengar cukup keras. Juga tidak terganggu karena perasaan malu untuk tidur di tengah-tengah sekelompok orang yang sedang mengaji

Banyak orang yang melihat tanda-tanda kalau aku mengantuk. Hal itu semakin jelas ketika aku semakin sering menguap. Semakin lemas saja tubuh ini.

Seseorang membisikiku kalau saya mengantuk karena banyak setan yang hinggap di dalam diriku. Setan ini yang menggoda diri menjadi terkantuk-kantuk. Aku tidak bisa menerima pernyataan ini begitu saja. Karena pemikiran logika rasionalku menolak keras keberadaan setan yang menyebabkan mengantuk.

Aku refleksikan keadaan ini dengan kejadian-kejadian sebelumnya. Kutarik garis kejadian hari kemarin sampai hari ini. Apakah ada sebab lain selain "setan" itu. Saya merasa kasihan pada diri ini kalau setan selalu menjadi kambing hitam. Padahal keadaan kita seringkali ditentukan oleh apa yang kita lakukan di masa lalu.

Sekali lagi aku mencoba merefleksikan sebab keadaan mengantuk ketika khataman ini terjadi. Ketika memikirkan kejadian hari kemarin, aku teringat kalau tadi malam tidur larut sekali. Baru pukul 02.30 tadi aku tidur. Aku otomatis baru tidur selama beberapa jam saja. Alasan mengantuk karena begadang menurutku menjadi alasan yang tepat mengapa sekarang aku sangat mengantuk.

Menurutku alasan begadang ini menjadi sebab yang paling rasional daripada pernyataan mengantuk karena ada banyak setan yang ada di badan ku. Wajar dong kalau hari ini ketika khataman mengantuk. Kan tadi malam begadang. Inilah pengalaman ku di Ahad kali ini.

Rizcha Motor Sawitan, 8 April 2018

Comments

  1. Pakai logika, kenapa ngantuknya saat mendengar bacaan Al Quran??? Kalo Krn kurang tidur, kenapa GAK NGANTUK DARI SEBELUM MENDENGAR BACAAN AL-QUR'AN???? SETAN lu belain, dodol lu

    ReplyDelete

Post a Comment

Baca Juga