Cita-cita besar, harapan yang tinggi, atau tujuan yang harus tercapai merupakan hal-hal yang harus kita wujudkan. Namun ingat, cita-cita besar memiliki jarak dengan kita saat ini. Jarak inilah yang menjadi ajang bagi kita untuk berproses. Berproses sekaligus seleksi alam siapa yang bisa bertahan.
Kita setiap hari selalu tergoda untuk membayangkan terwujudnya cita-cita. Kalau dari segi materialistik terbayang hidup enak, serba tercukupi. Untuk mewujudkan kondisi tersebut tidak asal alias "ujug-ujug" tercapai. Harus melalui proses. Jadi tidak ada yang instan dalam hidup ini.
Seinstan-instannya mie instan, pasti harus melalui proses agar bisa dinikmati. Mulai dari membuka bungkus, merebus air, memasak di atas tungku, mencampurkan bumbu, sampai menyajikan mie di atas meja makan. Sekali lagi, hidup ini butuh proses.
Oleh karenanya sangat tidak pantas apabila kita setiap hari membayangkan akan hidup enak di kemudian hari apabila kegiatan sehari-hari hanya menganggur. Tidak pernah berdoa memohon kepada Yang Maha Kuasa, atau pun berusaha bertindak untuk mewujudkan cita.
Dan ingat berproses itu tidak mudah. Berproses layaknya menelan pil pahit ketika sakit. Pil yang mau tidak mau harus kita telan kalau ingin sehat kembali. Berusaha pun begitu, akan banyak godaan untuk menyerah dan berputus asa. Ketika godaan itu datang, tetap gunakan akal sehat dan terus bertindak. Hancurkan rasa malas bertindak dan hanya membayangkan yang enak saja.
Yakinlah, harapan itu selalu ada.
Ditulis setelah melihat si kecil menjadi korban, 27 Desember 2018
