Yang Harus Lebih Kamu Ketahui tentang Ranah Atau Laras Tulisan

Saya menyambung tulisan sebelumnya tentang jenis tulisan. Kita ingat bahwa menurut Bambang Trim, ada tiga jenis tulisan. Tulisan itu terdiri dari fiksi, nonfiksi dan faksi.

Bambang trim selanjutnya membagi jenis tulisan dengan lebih spesifik. Pembagian tersebut dibuat sesuai dengan tujuan atau ranah bidang penggunaannya. Bambang Trim menyebut penjelasan di awal paragraf ini sebagai ranah atau laras tulisan.

Berdasarkan ranah atau laras tulisan, Bambang Trim membagi tulisan seperti berikut:
  1. Ranah jurnalistik, biasanya berbentuk berita, opini, feature, tajuk rencana, kolom/ isi, dll.
  2. Bisnis atau kehumasan dicontohkan tulisan dalam bentuk siaran pers, surat dinas, opini, teks iklan, proposal, laporan studi kelayakan rencana bisnis, pidato, presentasi, bisnis dan lain-lain.
  3. Akademis biasanya berbentuk makalah ilmiah, skripsi, tesis, disertasi, laporan penelitian, handout, modul, buku ajar, monografi, dan lain-lain.
  4. Sastra biasanya diwujudkan dalam novel, cerpen, drama, dan puisi.
  5. Hiburan dikemas dalam bentuk skenario, script, unjuk bicara (Talk Show), script komedi dan lain-lain.

Bila dicermati lebih seksama ditemukan beberapa jenis tulisan yang sama dan termuat di beberapa ranah. Misalnya opini. Opini di atas termuat di ranah jurnalistik dan bisnis.

Hakikat opini di atas sama, yaitu menyampaikan pendapat penulisnya. Hanya saja, ranah yang berbeda membawa penyajian tulisan yang berbeda pula. Opini dalam ranah jurnalistik berbeda dengan bisnis.

Opini jurnalistik disajikan lebih "santai" daripada opini bisnis. Mungkin karena dunia bisnis yang lebih kaku dan rigid. Lebih santai karena salah satu sifat jurnalistik adalah menghibur.

Rahma Huda Putranto
Borobudur, 21 April 2020

Post a Comment

Previous Post Next Post

Ad 2