Skip to main content

Featured Post

Profil Rahma Huda Putranto

Rahma Huda Putranto, S.Pd. adalah Duta Baca Kabupaten Magelang yang   lahir di Magelang, pada tahun 1992, lulus dengan predikat cumlaude dari Jurusan S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Semarang tahun 2014. Kini sedang menempuh Program Magister Manajemen Pendidikan di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Penulis pernah bekerja sebagai guru di SD Muhammadiyah Borobudur. Kemudian mendapat penempatan di SDN Giripurno 2 Kecamatan Borobudur sebagai Pegawai Negeri Sipil. Terhitung mulai tanggal 1 Maret 2018 mendapat tugas baru di SD Negeri Borobudur 1. Alamat tempat tinggal penulis berada di dusun Jayan RT 02 RW 01, Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, penulis dapat dihubungi melalui email r_huda_p@yahoo.co.id. Penulis pernah mengikuti program Latihan Mengajar di Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia selama 3 bulan pada tahun 2013. Penulis meraih peringkat ke-2 tes CPNS Kabupaten Magelang tahun 2014. Ket

Belajar Dari Kesungguhan Christiano Ronaldo

 
"Dia mesin, dia tidak ingin berhenti berlatih."

Inilah pendapat Patrick Evra, mantan rekan setim Cristiano Ronaldo saat di Manchester United dulu. Pendapat itu muncul setelah Patrick Evra berkunjung ke rumah Ronaldo untuk makan siang. Setelah berkunjung, Patrick Evra tidak menyarankan kepada siapapun untuk main atau makan siang di rumah CR7.

Cerita ini saya peroleh setelah mendengarkan podcast Deddy Corbuzier dengan William Tanuwijaya, CEO Tokopedia. William menceritakan betapa membosankannya "main" ke rumah CR7. Tidak ada softdrink, atau makanan fastfood. Semuanya makanan "sehat".

Penjelasan apa yang disajikan dalam makan siang di rumah CR7 dapat dengan mudah dicari di Google. Salah satu artikel yang terbit pada tahun 2019 menceritakan bahwa menu makan siang di rumah CR7 hanyalah air putih dan daging putih.

Patrick Evra sampai menunggu menu selanjutnya. Ia menduga akan ada menu susulan berupa jus dan daging merah. Tapi sampai akhir makan siang, menu tambahan itu tidak muncul juga.

CR7 seketika selesai makan siang langsung mengajak Patrick Evra untuk bermain bola. Bermain bola "dua sentuhan". Tidak ada jeda untuk istirahat. Inilah yang memunculkan anggapan kalau CR7 adalah mesin yang tidak ingin berhenti berlatih.

Dari cerita ini kita belajar. Bila ingin sukses, hendaknya selalu ingat apa tujuan kita. Selalu disiplin dan tidak mudah tergoda untuk "istirahat". Selalu berlatih dan berlatih tanpa rasa bosan. Walau mungkin bagi orang lain hal tersebut sangatlah membosankan.

Comments

Baca Juga