Skip to main content

Featured Post

Profil Rahma Huda Putranto

Rahma Huda Putranto, S.Pd. adalah Duta Baca Kabupaten Magelang yang   lahir di Magelang, pada tahun 1992, lulus dengan predikat cumlaude dari Jurusan S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Semarang tahun 2014. Pernah menempuh Program Magister Manajemen Pendidikan di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Selain itu, gelar magister bidang pendidikannya juga diperoleh melalui Program Magister Manajemen Pendidikan di Universitas Negeri Yogyakarta. Penulis pernah bekerja sebagai guru di SD Muhammadiyah Borobudur. Kemudian mendapat penempatan di SDN Giripurno 2 Kecamatan Borobudur sebagai Pegawai Negeri Sipil. Terhitung mulai tanggal 1 Maret 2018 mendapat tugas baru di SD Negeri Borobudur 1. Alamat tempat tinggal penulis berada di dusun Jayan RT 02 RW 01, Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, penulis dapat dihubungi melalui email r_huda_p@yahoo.co.id. Penulis pernah mengikuti program Latihan Mengajar di Universiti

Visualisasikan, Bayangkan Hal yang Positif!


Apakah anda pernah membayangkan suatu hal yang buruk akan terjadi?

Saya menduga kalau semua orang pernah membayangkannya. Perasaan yang dihasilkan pun sama. Sama-sama tidak enak. Bayangan yang buruk, yang dipikirkan berkali-kali seolah terjadi berkali-kali. Kita membayangkannya dua kali, maka dua kali pula bayangan tersebut seolah akan terjadi.

Bayangan ini kalau dalam konsep yang ditawarkan oleh Stephen R. Covey disebut dengan visualisasi. Aktivitas memvisualkan hanya dapat dilakukan oleh manusia. Hewan walau sama-sama diberi karunia otak, tapi tidak dapat membayangkan sesuatu. Hewan hanya dapat memberikan respons terhadap apa yang ada di depannya.

Buktinya, hewan monyet hanya akan bereaksi dengan bentuk teriakan ketika menemukan pisang. Respon monyet hilang seketika pisang itu habis. Mereka tidak mencoba untuk memvisualisasikan segala sesuatu tentang pisang. Monyet tidak membayangkan bagaimana cara menanam pisang. Bagaimana cara agar mendapatkan pisang tanpa harus kerepotan mencari.

Manusia diberi karunia visualisasi. Maka dari itu, ketika manusia berada di posisi monyet, manusia akan membayangkan bagaimana caranya untuk mendapatkan stok pisang terus-menerus. Pisang diperoleh dengan mudah. Tidak melulu harus mencari. Manusia pun akhirnya menemukan sistem pertanian.

Tiga paragraf di atas membuktikan adanya nilai positif yang diperoleh dari visualisasi. Manusia mendapatkan gambaran nyata akan kemungkinan positif yang mungkin terjadi. Penemuan baru biasanya dilalui dengan visualisasi di tahap awal. Kalau dalam model penulisan ilmiah, visualisasi terhadap hasil yang mungkin ditemukan akan dituliskan di Bab 2 Kajian Teori. Puncaknya berada di bagian hipotesis. Yang berusaha untuk membayangkan dugaan akan hasil yang mungkin terjadi.

Sampai disini pun kita mendapatkan gambaran. Pertama, visualisasi itu bermanfaat. Kedua, visualisasi dapat berupa bayangan positif dan negatif. Ketiga, visualisasi akan sangat berpengaruh terhadap perasaan kita.

Oleh karenanya, Stephen R. Covey memberikan saran kepada kita berkaitan dengan visualisasi. Manusia mendapatkan kesempatan untuk memilih. Mau memperoleh bayangan positif atau negatif. Semua bisa dilakukan oleh otak manusia. Disini, Stephen R. Covey menyarankan untuk melakukan visualisasi positif. Ia menyebutnya dengan istilah afirmasi.

Bila visualisasi negatif memenuhi benak kita, kita dapat "menggantinya" dengan membayangkan situasi yang lebih positif. Bayangan situasi positif akan menentukan apa-apa saja yang mungkin terjadi. Hingga kemudian, saat kejadian itu benar-benar terjadi, kita menjadi lebih siap. Sebab, sebelumnya telah membayangkan hal-hal yang mungkin akan terjadi. Yuk, visualisasikan hal yang positif!

Comments

Baca Juga