Skip to main content

Featured Post

Profil Rahma Huda Putranto

Rahma Huda Putranto, S.Pd. adalah Duta Baca Kabupaten Magelang yang   lahir di Magelang, pada tahun 1992, lulus dengan predikat cumlaude dari Jurusan S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Semarang tahun 2014. Pernah menempuh Program Magister Manajemen Pendidikan di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Selain itu, gelar magister bidang pendidikannya juga diperoleh melalui Program Magister Manajemen Pendidikan di Universitas Negeri Yogyakarta. Penulis pernah bekerja sebagai guru di SD Muhammadiyah Borobudur. Kemudian mendapat penempatan di SDN Giripurno 2 Kecamatan Borobudur sebagai Pegawai Negeri Sipil. Terhitung mulai tanggal 1 Maret 2018 mendapat tugas baru di SD Negeri Borobudur 1. Alamat tempat tinggal penulis berada di dusun Jayan RT 02 RW 01, Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, penulis dapat dihubungi melalui email r_huda_p@yahoo.co.id. Penulis pernah mengikuti program Latihan Mengajar di Universiti

Hindari Penggunaan Gadget di Tempat Tidur


Apa yang kamu rasakan ketika bangun tidur?

Seperti biasa. Saya mencoba menulis hal-hal yang sifatnya reflektif. Masalah yang terjadi saya tuliskan. Menulis terbukti dapat memudahkan saya dalam memeriksa alur pemikiran. Apakah logis atau tidak.

Kali ini saya merasakan bangun tidur yang kurang nyaman. Rasanya tidak sesegar biasanya. Padahal tidur (baca: istirahat) digunakan untuk "mengisi" energi.

Saya membaca beberapa literatur di Internet. Fakta baru saya peroleh. Ternyata, kondisi bangun tidur sangat ditentukan oleh "kondisi" menjelang tidur. Maka, ada beberapa hal yang perlu dilakukan sebelum tidur. Saya menyadur beberapa hal ini dari laman halodoc.

Saya pernah mendengar pengakuan dari mantan pengembang aplikasi startup bernilai unicorn. Ia menjelaskan kalau di perusahaan tersebut lebih banyak mempekerjakan ahli-ahli psikologi. Mereka lebih banyak membahas tentang situasi psikologis manusia daripada "teknis" operasional aplikasi.

Para ahli psikologi merancang apa pun yang muncul di layar aplikasi. Mereka mencari tahu bagaimana caranya agar pengguna mudah dalam memakai aplikasi tersebut. Pokoknya, pekerjaan para ahli ini berhasil jika pengguna dapat berlama-lama di aplikasi tersebut.

Cerita ini memberikan penjelasan bahwa penggunaan gadget bertentangan dengan konsep istirahat. Berbagai aplikasi di dalam gadget diciptakan untuk digunakan selama mungkin. Bahkan ada kata ekstrim yang bisa digunakan, yaitu "ketagihan". Jadi, tak salah kalau ada fenomena baru yang disebut ketagihan gadget.

Penggunaan gadget di tempat tidur membuat kita semakin terjaga. Kita tidak sadar kalau larut dalam berbagai aplikasi di dalamnya. Ujug-ujug, ayam jago sudah berkokok. Pertanda sudah dini hari.

Oleh karena itu, tak salah kalau kita melepaskan gadget beberapa saat sebelum tidur. Tujuannya agar kita dapat mempersiapkan "ritual" tidur dengan lebih baik. Hasilnya, esok pagi, kita merasakan perasaan nyaman ketika bangun tidur.

Ada juga argumentasi lain yang kesannya "membela" penggunaan gadget di tempat tidur. "Mas, saya kan pakai HP untuk alarm." Ada beberapa saran untuk pemanfaatan sebagai alarm ini. Pertama, kita bisa membeli alat khusus untuk pengingat. Tapi, jika tidak mampu/belum bisa membeli, kita gunakan alternatif kedua. Aktifkan gadget dalam mode pesawat. Harapannya, kita tidak tergoda untuk berselancar dan menghabiskan waktu. Semoga pagimu lebih menyenangkan, kawan!

Comments

Baca Juga