Tidak memiliki tujuan dalam mengarungi kehidupan adalah sesuatu yang berbahaya. Coba bayangkan seorang tukang bangunan tidak memiliki gambaran jelas tentang bangunan yang akan dibuatnya. Tukang bangunan ini tidak memiliki tujuan dalam mengolah semen, batu bata atau bahan bangunan lainnya. Kalau seperti ini tentu hasilnya akan jauh dari harapan orang yang mempekerjakannya.
Tujuan merupakan sesuatu yang akan dicapai seseorang di masa depan. Tujuan menjadi gambaran seseorang mengenai keadaan yang diinginkan di masa yang akan datang. Oleh karenanya, tujuan berpengaruh dalam tingkah laku seseorang ketika mengarungi kehidupan.
Seseorang yang tidak memiliki tujuan akan terombang-ambing pada kehidupan. Seperti ungkapan peribahasa "bagai air di daun talas." Kehidupan yang tak tentu arah merupakan sesuatu yang mengerikan. Karena kita tidak bisa memaksimalkan potensi yang telah dianugerahkan oleh Yang Maha Memberi.
Yang paling merugikan adalah seseorang tidak bisa memaksimalkan potensinya. Padahal dia memiliki kesempatan pengembangan potensi. Hanya karena tidak memiliki tujuan dan terombang-ambing pada kehidupan, pengembangan potensi itu berlalu begitu saja.
Setiap orang harus memiliki tujuan. Karena tujuan berperan sebagai pegangan hidup. Boleh dikata, tujuan menjadi penunjuk arah. Tujuan inilah yang memimpin seorang pemimpin dalam melaksanakan tanggung jawabnya.
Tujuan bisa dibuat kapan saja. Modal merumuskan tujuan adalah keberanian. Keberanian dalam memutuskan hal yang menjadi prioritas. Membuat tujuan juga merupakan sebuah tantangan. Kebanyakan orang yang baru membuat tujuan akan tersadar kalau kehidupan yang telah dijalani selama ini berbelok terlalu jauh.
Sebenarnya, berbelok terlalu jauh tidak masalah. Karena lebih baik meluruskan daripada selamanya bengkok. Hidup cuma sekali, sayang kalau berbelok terlalu jauh.
Tujuan hendaknya diketahui oleh orang-orang terdekat. Orang-orang di sekitar nantinya menjadi pengingat bila tindakan kita di kemudian hari melenceng dari tujuan. Namun patut diwaspadai kalau orang terdekat menjadi penantang utama ketika tujuan yang kita rumuskan tidak disetujuinya.
Tujuan dirumuskan dengan cara menganalisis keinginan dan kebutuhan seseorang. Keinginan dan kebutuhan merupakan dua komponen yang saling melengkapi. Tentu kita akan lebih bersemangat bila tujuan itu sesuai dengan keinginan kita. Tips tambahan adalah tujuan sesuai dengan apa yang kita senangi. Sehingga pertanyaan dalam merumuskan tujuan adalah sebagai berikut:
1. Apa hal yang paling kamu sukai?
2. Apa hal yang paling kamu inginkan di kemudian hari?
3. Apa hal yang paling kamu butuhkan saat ini?
Jawaban pertanyaan di atas merupakan tujuan ideal yang diinginkan dan dibutuhkan. Ketiga jawaban dari pertanyaan di atas dapat digabungkan menjadi satu kalimat. Harapannya satu kalimat itu menjadi mudah diingat namun mengandung makna tujuan yang lengkap.
Tujuan berupa kalimat utama ini nantinya bisa ditempel di tempat-tempat strategis. Bisa di belakang pintu kamar, pintu almari pakaian atau di muka buku harian. Intinya kalimat itu dituliskan dan ditempatkan di tempat stretegis agar mudah dilihat dan diingat.
Tujuan merupakan sesuatu yang akan dicapai seseorang di masa depan. Tujuan menjadi gambaran seseorang mengenai keadaan yang diinginkan di masa yang akan datang. Oleh karenanya, tujuan berpengaruh dalam tingkah laku seseorang ketika mengarungi kehidupan.
Seseorang yang tidak memiliki tujuan akan terombang-ambing pada kehidupan. Seperti ungkapan peribahasa "bagai air di daun talas." Kehidupan yang tak tentu arah merupakan sesuatu yang mengerikan. Karena kita tidak bisa memaksimalkan potensi yang telah dianugerahkan oleh Yang Maha Memberi.
Yang paling merugikan adalah seseorang tidak bisa memaksimalkan potensinya. Padahal dia memiliki kesempatan pengembangan potensi. Hanya karena tidak memiliki tujuan dan terombang-ambing pada kehidupan, pengembangan potensi itu berlalu begitu saja.
Setiap orang harus memiliki tujuan. Karena tujuan berperan sebagai pegangan hidup. Boleh dikata, tujuan menjadi penunjuk arah. Tujuan inilah yang memimpin seorang pemimpin dalam melaksanakan tanggung jawabnya.
Tujuan bisa dibuat kapan saja. Modal merumuskan tujuan adalah keberanian. Keberanian dalam memutuskan hal yang menjadi prioritas. Membuat tujuan juga merupakan sebuah tantangan. Kebanyakan orang yang baru membuat tujuan akan tersadar kalau kehidupan yang telah dijalani selama ini berbelok terlalu jauh.
Sebenarnya, berbelok terlalu jauh tidak masalah. Karena lebih baik meluruskan daripada selamanya bengkok. Hidup cuma sekali, sayang kalau berbelok terlalu jauh.
Tujuan hendaknya diketahui oleh orang-orang terdekat. Orang-orang di sekitar nantinya menjadi pengingat bila tindakan kita di kemudian hari melenceng dari tujuan. Namun patut diwaspadai kalau orang terdekat menjadi penantang utama ketika tujuan yang kita rumuskan tidak disetujuinya.
Tujuan dirumuskan dengan cara menganalisis keinginan dan kebutuhan seseorang. Keinginan dan kebutuhan merupakan dua komponen yang saling melengkapi. Tentu kita akan lebih bersemangat bila tujuan itu sesuai dengan keinginan kita. Tips tambahan adalah tujuan sesuai dengan apa yang kita senangi. Sehingga pertanyaan dalam merumuskan tujuan adalah sebagai berikut:
1. Apa hal yang paling kamu sukai?
2. Apa hal yang paling kamu inginkan di kemudian hari?
3. Apa hal yang paling kamu butuhkan saat ini?
Jawaban pertanyaan di atas merupakan tujuan ideal yang diinginkan dan dibutuhkan. Ketiga jawaban dari pertanyaan di atas dapat digabungkan menjadi satu kalimat. Harapannya satu kalimat itu menjadi mudah diingat namun mengandung makna tujuan yang lengkap.
Tujuan berupa kalimat utama ini nantinya bisa ditempel di tempat-tempat strategis. Bisa di belakang pintu kamar, pintu almari pakaian atau di muka buku harian. Intinya kalimat itu dituliskan dan ditempatkan di tempat stretegis agar mudah dilihat dan diingat.
Tags
Opini
