Skip to main content

Featured Post

Profil Rahma Huda Putranto

Rahma Huda Putranto, S.Pd. adalah Duta Baca Kabupaten Magelang yang   lahir di Magelang, pada tahun 1992, lulus dengan predikat cumlaude dari Jurusan S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Semarang tahun 2014. Kini sedang menempuh Program Magister Manajemen Pendidikan di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Penulis pernah bekerja sebagai guru di SD Muhammadiyah Borobudur. Kemudian mendapat penempatan di SDN Giripurno 2 Kecamatan Borobudur sebagai Pegawai Negeri Sipil. Terhitung mulai tanggal 1 Maret 2018 mendapat tugas baru di SD Negeri Borobudur 1. Alamat tempat tinggal penulis berada di dusun Jayan RT 02 RW 01, Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, penulis dapat dihubungi melalui email r_huda_p@yahoo.co.id. Penulis pernah mengikuti program Latihan Mengajar di Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia selama 3 bulan pada tahun 2013. Penulis meraih peringkat ke-2 tes CPNS Kabupaten Magelang tahun 2014. Ket

E-Voting Berbasis BYOD Perlu Dipertimbangkan

Musyda ke-17 yang bertempat di SMK Muhammadiyah 2 Muntilan telah menggunakan sistem e-voting. Teknisnya, setiap peserta musycab mendapatkan satu token unik yang nantinya dimasukkan dalam aplikasi.

Aplikasi yang konon dikembangkan oleh kader dari Sukoharjo ini mengharuskan peserta memilih sebelas nama. Bila kurang dari sebelas nama, menu "vote" tidak akan muncul. Begitu pula kalau memilih lebih dari sebelas akan muncul peringatan.

Panitia pemilihan menyediakan enam laptop dimana satu laptop digunakan untuk server. Lima laptop digunakan peserta musyda untuk memilih. Praktis memang. Hasil tidak perlu dihitung secara manual.

Kekurangannya lebih pada butuh waktu lama untuk antri laptop. Bayangkan, ada 260 pemilih dan hanya ada 5 laptop. Butuh 52 putaran agar semua memilih. Kalau satu putaran butuh waktu rata-rata lima menit, maka butuh waktu 260 menit atau setara empat jam dua puluh menit.

Solusi untuk pengembang adalah e-voting berbasis BYOD (Bring Your Own Device). Dimana e-voting berbasis BYOD menggunakan perangkat pribadi yang dibawa oleh peserta musyda. Bisa menggunakan smarphone, tablet atau laptop.

Bayangan saya, BYOD lebih praktis. Prosesnya juga bisa lebih cepat. Tanpa antri perangkat. Panitia pun lebih ringan karena tidak harus menyediakan banyak laptop.

Intinya, usaha penggunaan e-voting sudah sesuai dengan tagline Muhammadiyah, yaitu berkemajuan. Pemanfaatan teknologi terbukti mampu mengefisiensikan dan mengefektifkan kegiatan. Akan tetapi optimalisasi dengan BYOD juga perlu dipertimbangkan.

Comments

Baca Juga