Musyawarah Daerah XVII masih seperti musyawarah sebelumnya yang saya ikuti. Cabang yang saya wakili tidak ada konsolidasi. Konsolidasi internal saja tidak terjadi apalagi konsolidasi dengan cabang lain.
Konsolidasi sebenarnya menjadi sarana berlatih bagi kader. Terutama agar supaya kader tahu tata cara, strategi dan isu yang dibawa ke musyawarah. Imbasnya tentu agar hasil musyawarah menguntungkan bagi semua pihak.
Saya tidak membahas lebih jauh tentang bagaimana cara ideal berkonsolidasi di forum musyawarah. Karena alhamdullilah, kader yang hadir dari cabang kami adalah orang yang "gaul." Maksutnya mereka tahu sepak terjang calon-calon formatur karena sering terlibat dalam kegiatan di tataran daerah.
Jadi, menurut hemat saya, memilih sebelas nama formatur dengan jernih itu mudah. Rombongan kami sudah bisa menilai mana yang "kemuhammadiyahannya" bagus. Mana yang tersisipi idelogi lain. Bahkan tahu mana yang punya kepentingan di baliknya.
Semoga ini menjadi ikhtiar menuju hasil musyda yang berkualitas. Kualitas musyda kali ini lebih maju daripada musyda periode sebelumnya. Musyda periode lalu di Sawangan masih menggunakan tulis tangan dan hitung manual.
