Tips Kurangi Debu dengan Rumput dan Batu

Debu menjadi masalah di SDN Borobudur 1. Debu merupakan partikel kecil yang sering mengotori bahkan menyebabkan penyakit. Namun, debu di SDN Borobudur 1 sangat mengganggu karena seringkali membuat tempat menjadi kotor.

SDN Borobudur 1 di bagian-bagian tertentu terlihat sangat kotor karena debu. Seperti di atas meja, almari, atau bagian yang tak tertutup lainnya. Debu menjadi pengkotor paling dominan.

Bahkan ada kisah dimana siswa harus selalu menyapu bila kelas ingin terlihat selalu bersih. Kelompok piket harus selalu piket tiap kali jam istirahat. Waktu di sekolah menjadi tidak efektif bila hanya digunakan untuk bersih-bersih.
Belum lagi kondisi lantai yang tertutup debu. Keberadaan debu di lantai disebabkan karena debu terbawa di alas sepatu warga sekolah. Jadi solusinya adalah mengurangi luasan tanah yang disinyalir mengakibatkan debu bertebaran.

Atas usulan dari Wali Murid dan beberapa pihak yang terkait, solusi dari banyaknya debu adalah dengan menutup permukaan tanah. Penutupan tanah tidak menggunakan beton atau pavin.

Teknik penutupan tanah menggunakan beton tidak ramah bagi keberlangsungan tanah. Selain itu, beton mengurangi area tadah hujan. Air tidak bisa terserap ke dalam tanah sebagaimana mestinya.

Penutupan tanah dalam rangka mengurangi debu diputuskan menggunakan batu dan rumput. Halaman atas SDN Borobudur 1 kini ditanami rumput. Sedangkan bagian yang digunakan sebagai jalan, ditutup dengan batuan kali.

Rumput menambah kesan asri dan hijau. Cocok untuk para siswa yang penat dengan tugas-tugas sekolah. Begitu keluar dari kelas, suasana hijaunya rumput berimbas positif pada kesegaran pikiran.

Batuan kali dipilih dengan pertimbangan bahwa batuan ini keras sehingga memudahkan orang berjalan. Batuan kali yang ukurannya tidak terlalu besar membuatnya mudah dilewati air hujan. Halaman menjadi tempat resapan yang baik.

Post a Comment

Previous Post Next Post

Ad 2