Skip to main content

Featured Post

Profil Rahma Huda Putranto

Rahma Huda Putranto, S.Pd. adalah Duta Baca Kabupaten Magelang yang   lahir di Magelang, pada tahun 1992, lulus dengan predikat cumlaude dari Jurusan S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Semarang tahun 2014. Kini sedang menempuh Program Magister Manajemen Pendidikan di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Penulis pernah bekerja sebagai guru di SD Muhammadiyah Borobudur. Kemudian mendapat penempatan di SDN Giripurno 2 Kecamatan Borobudur sebagai Pegawai Negeri Sipil. Terhitung mulai tanggal 1 Maret 2018 mendapat tugas baru di SD Negeri Borobudur 1. Alamat tempat tinggal penulis berada di dusun Jayan RT 02 RW 01, Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, penulis dapat dihubungi melalui email r_huda_p@yahoo.co.id. Penulis pernah mengikuti program Latihan Mengajar di Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia selama 3 bulan pada tahun 2013. Penulis meraih peringkat ke-2 tes CPNS Kabupaten Magelang tahun 2014. Ket

Belajar dari Pengalaman China melakukan Lockdown

Artikel bagus terbit di detikcom. Artikel berjudul Cerita dan Pelajaran dari "Lockdown" Wuhan menjelaskan dengan jelas bagaimana proses lockdown di Wuhan. Tulisan ini ditulis Hilyatu Millati Rusdiyah mahasiswi PhD Administrasi Bisnis Chongqing University, salah satu WNI yang dievakuasi dari Wuhan.

Artikel ini bisa menjadi referensi tambahan setelah kita menonton film dokumenter "The Lockdown" yang ada di Youtube. Kesan saya setelah membaca artikel ini, lockdown tidak dilakukan seketika. Namun bertahap.

Tahapan lockdown di Wuhan awalnya masih memperbolehkan warga untuk berbelanja kebutuhan pokok. Namun kemudian tidak boleh keluar. Hanya boleh keluar seminggu satu kali. Itupun hanya boleh dilakukan satu orang yang sama dari setiap keluarga.

Pemerintah setempat ketika benar-benar lockdown menempatkan petugas pengawas agar warganya tidak keluar rumah. Self isolation dilakukan di rumah masing-masing. Hebatnya, pemerintah China menyediakan kebutuhan pokok dan sayur-sayuran untuk warganya.

Pendistribusian sayuran dan bahan pokok dilakukan oleh sukarelawan. Bila ada warga yang mengingkan kebutuhan di luar itu, mereka dapat memesan secara online atau menitipkan uang ke sukarelawan. Memang ada dua jasa kiriman yang tetap melayani kebutuhan warga.

Catatan terpenting setelah membaca artikel ini adalah pemerintah China sigap melakukan lockdown setelah mendengar saran para ahli. Pemerintah China juga melakukan tracking warga positif Corona dengan analisis Big Data. Semua warga pun menuruti perintah pemerintah dan tidak banyak berdebat.

Comments

Baca Juga