Belajar dari Pengalaman China melakukan Lockdown

Artikel bagus terbit di detikcom. Artikel berjudul Cerita dan Pelajaran dari "Lockdown" Wuhan menjelaskan dengan jelas bagaimana proses lockdown di Wuhan. Tulisan ini ditulis Hilyatu Millati Rusdiyah mahasiswi PhD Administrasi Bisnis Chongqing University, salah satu WNI yang dievakuasi dari Wuhan.

Artikel ini bisa menjadi referensi tambahan setelah kita menonton film dokumenter "The Lockdown" yang ada di Youtube. Kesan saya setelah membaca artikel ini, lockdown tidak dilakukan seketika. Namun bertahap.

Tahapan lockdown di Wuhan awalnya masih memperbolehkan warga untuk berbelanja kebutuhan pokok. Namun kemudian tidak boleh keluar. Hanya boleh keluar seminggu satu kali. Itupun hanya boleh dilakukan satu orang yang sama dari setiap keluarga.

Pemerintah setempat ketika benar-benar lockdown menempatkan petugas pengawas agar warganya tidak keluar rumah. Self isolation dilakukan di rumah masing-masing. Hebatnya, pemerintah China menyediakan kebutuhan pokok dan sayur-sayuran untuk warganya.

Pendistribusian sayuran dan bahan pokok dilakukan oleh sukarelawan. Bila ada warga yang mengingkan kebutuhan di luar itu, mereka dapat memesan secara online atau menitipkan uang ke sukarelawan. Memang ada dua jasa kiriman yang tetap melayani kebutuhan warga.

Catatan terpenting setelah membaca artikel ini adalah pemerintah China sigap melakukan lockdown setelah mendengar saran para ahli. Pemerintah China juga melakukan tracking warga positif Corona dengan analisis Big Data. Semua warga pun menuruti perintah pemerintah dan tidak banyak berdebat.

Post a Comment

Previous Post Next Post

Ad 2