Skip to main content

Featured Post

Profil Rahma Huda Putranto

Rahma Huda Putranto, S.Pd. adalah Duta Baca Kabupaten Magelang yang   lahir di Magelang, pada tahun 1992, lulus dengan predikat cumlaude dari Jurusan S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Semarang tahun 2014. Kini sedang menempuh Program Magister Manajemen Pendidikan di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Penulis pernah bekerja sebagai guru di SD Muhammadiyah Borobudur. Kemudian mendapat penempatan di SDN Giripurno 2 Kecamatan Borobudur sebagai Pegawai Negeri Sipil. Terhitung mulai tanggal 1 Maret 2018 mendapat tugas baru di SD Negeri Borobudur 1. Alamat tempat tinggal penulis berada di dusun Jayan RT 02 RW 01, Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, penulis dapat dihubungi melalui email r_huda_p@yahoo.co.id. Penulis pernah mengikuti program Latihan Mengajar di Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia selama 3 bulan pada tahun 2013. Penulis meraih peringkat ke-2 tes CPNS Kabupaten Magelang tahun 2014. Ket

Zulkifli Hasan: Menjahit Kembali Merah Putih

Pergerakan di Indonesia awalnya dimulai dari Sarikat Dagang Islam (SDI), Syarikat Islam (SI), Budi Utomo, Muhammadiyah, PERSIS, dll, termasuk NU dan Al-Irsyad. Setelah organisasi-organisasi itu berdiri, baru pada tahun 1928, sumpah pemuda diikrarkan pada kongres pemuda II.
Fase Nasionalisme Indonesia
Fase nasionalisme indonesia terbagi pada enam tahap.
1. Fase awal abad ke-20,
2. Fase nasionalisme yang terjadi antara tahun 1945-1950,
3. Fase demokrasi terpimpin (Revolusi Belum Selesai)
4. Fase Nasionalisme ala Orde Baru
5. Fase Nasionalisme di era reformasi,
6. Fase Nasionalisme Zaman Now.
Dunia internasional telah mengakui kemajuan demokrasi Indonesia. Indonesia sukses menggelar pemilu presiden dengan dua pasang calon, kemarin pun sukses menyelenggarakan pilkada serentak di seluruh Indonesia. Kini Indonesia menatap pemilukada tahun depan yang akan terselenggara di 271 daerah, baik provinsi maupun kabupeten/ kota.
Keberhasilan demokrasi ini patut disyukuri, karena banyak negara di Timur Tengah mengakhiri suksesi kepemimpinan dengan perang saudara yang tak kunjung usai.
Catatan MPR
MPR memiliki dua catatan mengenai akar permasalahan bangsa, yaitu:
1. Kesenjangan
baik kesenjangan sosial, ekonomi, maupun politik. Demo yang sering terjadi menjadi pertanda fungsi partai politik sebagai penyalur aspirasi tidak berjalan dengan baik. Alias macet.
2. Distrust
Ketidak percayaan antar komponen bangsa mengakibatkan terjadinya kegaduhan politik. Kegaduhan ini disebabkan karena banyak pihak yang mementingkan kepentingan pribadi atau kelompoknya. Padahal seharusnya Indonesia dulu baru partai.
Apa itu nasionalisme abad 21?
Abad ke-21 ditandai dengan:
- kemajuan teknologi informasi da komunikasi.
- terjadi personalisasi di setiap aspek kehidupan.
Puncak penemuan kemajuan informasi adalah penemuan internet.
Tantangan nasionalisme kita: 1. Revolusi kemajuan TIK
2. Tantanagan globalisasi, dan
3. media sosial dan personalisasi individu.
Generasi Z
Generasi ini memiliki ciri:
1. kebebasan berekspresi adalah segalanya
2. pendukung setia keberagaman
3. berani berbeda
4. berani menyatakan sebagai generasi penentu sejarah.
Ketua MPR bertanya
Tanya pemuda Berau, tanah di Berau berapa luas? Ada berapa jumlah kebun sawit dan itu punya siapa?
Jawabnya tidak tahu.
Tanya pemuda sumatera, tambang nikel punya siapa?
Jawabnya juga tidak tahu.
Sehingga ....
Model Nasionalisme abad ke 21 yang menjadi kunci pemuda yang berjaya di masa depan adalah pemuda yang ingin maju harus:
1. harus mengerti daerahnya (budayanya, kekayaanya, potensinya, persoalan daerahnya)
2. Harus mencintai bangsanya
3. Harus memiliki ilmu. Kata bung karno, dengan ilmu kita mengetahui situasi 10 tahun lagi.
4. Selain ilmu, harus cekatan dan memiliki jejaring.
#kamiindonesia #kamiindonesiajogja #anakmudaindonesia
*Catatan Rahma Huda Putranto, S.Pd. ketika mengikuti Launching Kami Indonesia di
GOR Amongrogo, Yogyakarta, 16 Desember 2017.
Catatan ini merupakan catatan pribadi, apabila ada kekeliruan dalam catatan ini dapat direvisi dalam rangka penyempurnaan
Rahma Huda Putranto Bersama Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan

Comments

Baca Juga