Saya hobi ngeblog. Saya pertama kali membuat blog tahun 2009. Saya ingat saat itu duduk di kelas XI SMA. Bangga luar biasa ketika blog terindeks Google untuk pertama kalinya.
Aktivitas ngeblog sempat terhenti karena terbatasnya uang saku kuliah. Uang saku kuliah tidak cukup untuk membeli paket data. Yang kala itu paket data tidak semurah sekarang. Biaya internet paling murah kala itu Rp 1/ kb.
Tahun baru 2018 menjadi momentum memulai perjalanan baru sebagai penulis blog. Semua jenis tulisan saya posting di blog pribadi. Entah ada yang baca atau tidak, yang penting tiap hari posting satu tulisan.
Asal tulis dan asal posting memang terjadi di awal-awal kebangkitan menulis blog. Saya tidak peduli siapa yang mau baca. Saya hanya ingat nasihat dari pak Dr. Muchlas, sekarang Rektor Universitas Ahmad Dahlan. Bahwa teruslah menulis di blog. Sambil memotivasi dengan doa, semoga tulisan-tulisan ini menjadi amal jariyah di kemudian hari.
Tak terasa Maret 2020, tulisan di blog pribadi ini sudah melampaui angka 600 artikel. Google pun sudah melirik blog ini untuk dipasangi iklan -adsense. Kini sudah saatnya berpikir bagaimana blog ini bisa lebih bermanfaat lagi.
Sudah saatnya menentukan tujuan adanya blog ini. Postingan blog pun harus lebih tertata lagi. Sehingga perlu rubrikasi blog. Postingan-postingan blog harus mulai dikelompokkan pada rubrik-rubrik layaknya kolom di media massa.
Harapannya, tentu agar pembaca lebih betah tinggal di blog ini. Maklum bounce ratenya masih lumayan tinggi. Pembaca hanya mampir sebentar di blog karena postingan tulisan yang disarankan terlalu acak. Mungkin ini yang dimaksud dengan blog rumpang.
Pada akhirnya, menata 600-an artikel membutuhkan waktu. Tidak bisa simsalabim prok prok dan langsung jadi dalam semalam. Yang penting sudah ada keputusan tentang penentuan jenis rubrikasi dalam blog pribadi ini.
© Rahma Huda Putranto
Rambeanak, 22 Maret 2020
