Tugas siswa untuk pembelajaran non tatap muka esok hari sengaja tentang Corona dan Covid-19. Video ini "niat benar" saya buat agar menarik untuk anak SD. Tujuan utamanya tentu agar siswa kita paham apa maksud "belajar di rumah" selama 14 hari ke depan. Soalnya beberapa hari yang lalu ada sekolah yang muncul di media massa gara-gara piknik ke Bali. Padahal jelas-jelas ada bencana non-alam.
Video pembelajaran ini saya buat sendiri. Butuh waktu dan percobaan berjam-jam agar dapat tampil "smooth" seperti miliknya Ruangtiit (sensor).
Saya sengaja tampil di video ini. Alasannya mengikuti riset Mr.Klik. Saya bertemu Mr.Klik seminggu yang lalu. Ketika itu saya bertugas sebagai fasilitator mendampingi Mr.Klik pada sebuah pelatihan guru di Hotel Neo Semarang.
Risetnya dilakukan dengan membandingkan beberapa platform pembelajaran online yang ada. Mengapa Ze*s lebih disukai siswa SMA, mengapa bukan RuangTiit itu.
Jawabnya, semakin dewasa usia peserta didik, semakin tidak suka bila video pembelajaran itu bertele-tele. Apalagi kalau gurunya tampil. Bisa langsung di-close itu video.
Karena video ini untuk siswa SD, mau gak mau saya tampil. Mungkin baru kali ini saya tampil di media sosial dengan predikat "pak guru."
Mohon maaf mungkin materi ini tidak ada di kurikulum formal. Tetapi materi ini "urgen" untuk dipelajari siswa. Mengapa? Ya agar siswa paham, kalau 14 hari ini bukan waktunya untuk keluar-keluar rumah apalagi piknik.
Semoga bisa diterima oleh pihak-pihak terkait. Terutama orang tua siswa. Terima kasih karena panjenengan semua selalu sabar menanti berbagai percobaan model pembelajaran jarak jauh yang saya lakukan.
😀😀😀😀😀
(Selang satu hari setelah tulisan ini saya posting di FB. Ada himbauan dalam bentuk surat kepala dinas bahwa pembelajaran daring harus memuat materi Covid-19)