Skip to main content

Featured Post

Profil Rahma Huda Putranto

Rahma Huda Putranto, S.Pd. adalah Duta Baca Kabupaten Magelang yang   lahir di Magelang, pada tahun 1992, lulus dengan predikat cumlaude dari Jurusan S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Semarang tahun 2014. Kini sedang menempuh Program Magister Manajemen Pendidikan di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Penulis pernah bekerja sebagai guru di SD Muhammadiyah Borobudur. Kemudian mendapat penempatan di SDN Giripurno 2 Kecamatan Borobudur sebagai Pegawai Negeri Sipil. Terhitung mulai tanggal 1 Maret 2018 mendapat tugas baru di SD Negeri Borobudur 1. Alamat tempat tinggal penulis berada di dusun Jayan RT 02 RW 01, Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, penulis dapat dihubungi melalui email r_huda_p@yahoo.co.id. Penulis pernah mengikuti program Latihan Mengajar di Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia selama 3 bulan pada tahun 2013. Penulis meraih peringkat ke-2 tes CPNS Kabupaten Magelang tahun 2014. Ket

Belajar Menjadi Youtuber dari Sacha Stevenson

Ada yang menarik dari tayangan video di channel Youtube CNBC Indonesia. Tayangan yang dikemas dalam bentuk wawancara berita ini mengangkat tema tentang Youtuber. Youtuber yang diwawancara adalah Sacha Stevenson.

Sacha Stevenson memulai berkarir sebagai seorang Youtuber pada tahun 2013. Ia tertarik pada Youtube setelah adanya monetisasi. Walau saat itu monetisasi Youtube belum bisa dilakukan di Indonesia. Monetisasi kala itu masih terbatas di negara-negara tertentu.

Wanita berkebangsaan Kanada-Indonesia ini kini termasuk Youtuber sukses. Satu kenyataan yang bisa kita pelajari adalah tidak ada yang sempurna di video-video awal channel Youtube. Sacha Stevenson membuktikan bagaimana "kurangnya" video-video awalnya di Youtube.

Bule yang fasih berbahasa Indonesia ini mengaku mengawali karir sebagai Youtuber hanya bermodalkan satu kamera. Murni hanya satu kamera tanpa tripod dan lighting. Kameranya hanya diletakkan di atas buku.

Jadi benar juga, kata Deddy Corbuzier di bukunya Youtuber for Dummies bahwa tidak perlu takut menjadi Youtuber walau dengan perangkat seadanya.

Sacha Stevenson menyarankan melalui cerita tentang pengalamannya ketika mengamati Youtuber dunia di era tahun 2013. Sacha Stevenson melihat para Youtuber dunia rutin memposting konten videonya minimal satu video tiap minggu. Tema yang diangkat di video pun sama. Artinya video yang ada di channel masih terkait satu sama lain.

Oleh karena itu, dari Sacha Stevenson dapat kita ambil pelajaran. Bahwa menjadi Youtuber tidak perlu diawali dengan perangkat mahal. Video yang dihasilkan pun tidak melulu harus langsung bagus atau sempurna. Yang penting berani membuat konten, konsisten upload konten, dan melakukan perbaikan terus-menerus.

Comments

Baca Juga