Skip to main content

Featured Post

Profil Rahma Huda Putranto

Rahma Huda Putranto, S.Pd. adalah Duta Baca Kabupaten Magelang yang   lahir di Magelang, pada tahun 1992, lulus dengan predikat cumlaude dari Jurusan S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Semarang tahun 2014. Pernah menempuh Program Magister Manajemen Pendidikan di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Selain itu, gelar magister bidang pendidikannya juga diperoleh melalui Program Magister Manajemen Pendidikan di Universitas Negeri Yogyakarta. Penulis pernah bekerja sebagai guru di SD Muhammadiyah Borobudur. Kemudian mendapat penempatan di SDN Giripurno 2 Kecamatan Borobudur sebagai Pegawai Negeri Sipil. Terhitung mulai tanggal 1 Maret 2018 mendapat tugas baru di SD Negeri Borobudur 1. Alamat tempat tinggal penulis berada di dusun Jayan RT 02 RW 01, Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, penulis dapat dihubungi melalui email r_huda_p@yahoo.co.id. Penulis pernah mengikuti program Latihan Mengajar di Universiti

Aturan Goldilocks: Bagaimana Tetap Termotivasi dalam Hidup dan Pekerjaan?


Bagaimana tetap termotivasi dalam hidup dan pekerjaan?

Pertanyaan di atas menjadi hal yang penting. Terutama bagi teman-teman yang menginginkan kehidupan yang baik. Hidup yang baik salah satunya ditandai dengan adanya motivasi.

Motivasi ibarat bahan bakar. Manusia dapat menjalani kehidupan yang bersemangat ketika motivasi hinggap dalam benak/dirinya. Berbeda jika kita tidak memiliki motivasi, tentu hidup kita akan jauh dari kata bersemangat. Biasanya menjadi kurang bergairah.

Jawaban akan pertanyaan bagaimana agar tetap termotivasi dalam hidup dan pekerjaan pernah dicoba dijawab oleh James Clear. Jawabannya termuat dalam buku karyanya yang berjudul Atomic Habits. Kita bisa membacanya di Bab 19.

Dalam bab ini, James Clear menjabarkan tentang Aturan Goldilocks, kutipan lengkapnya saya tulis di bawah ini:

“Aturan Goldilocks mengatakan bahwa manusia mengalami motivasi puncak ketika mengerjakan tugas yang tepat berada di batas kemampuan mereka saat itu.”

Aturan Goldilocks ini sebenarnya mudah dipahami. Aturan Goldilocks mencoba menggambarkan kapan dan bagaimana mengalami peningkatan atau penurunan. Setiap orang pasti pernah mengalami. Bagaimana motivasinya “timbul dan tenggelam”.

Penjelasan lebih lanjut mengenai Aturan Goldilocks terlihat pada batas kemampuan. Ketika manusia menghadapi suatu tantangan yang mana tantangan tersebut dapat diselesaikan dengan mudah, maka ia cenderung kurang termotivasi. Orang tersebut akan lebih mudah merasa bosan. Kebosanan yang terjadi menunjukkan kurangnya motivasi.

Sebaliknya, jika mengerjakan tugas yang terlampau sulit, motivasi seseorang juga cenderung menurun. Akan timbul keengganan untuk bertindak. Maka ujung-ujungnya, seseorang tersebut mengalami kemalasan. Motivasi tidak terlihat muncul dalam dirinya.

Sementara itu, motivasi terbaik muncul ketika seseorang menghadapi situasi yang “pas”. Artinya situasi yang dihadapinya tidak terlampau sulit dan juga tidak terlalu mudah. Di satu sisi yakin dapat menghadapinya. Keyakinan ini menjadi modal untuk memunculkan antusiasme dalam bertindak.

Aturan Goldilocks dan Video Games

Penerapan Aturan Goldilocks sangat kentara dalam permainan Video Games. Pengembang permainan video games berupaya untuk memunculkan minat (motivasi) agar seseorang mau memainkan games-nya. Tidak sekedar memainkan, tapi memainkannya secara terus-menerus. Di sisi ini terlihat adanya celah negatif berupa munculnya ketergantungan/ketagihan.

Saya pernah sangat menyukai permainan Playstation, GTA San Andreas. Saya memainkan video games ini dengan memainkan berbagai misi yang ada. Awalnya misi yang ada di GTA ini mudah diselesaikan. Lama-lama semakin mengalami peningkatan. Kian lama kian sulit. Tapi kesulitan ini dapat dihadapi. Sebab, di level misi sebelumnya kita “meng-upgrade” kemampuan secara tidak sadar.

Permainan GTA San Andreas semakin membuat saya penasaran. Hampir tiap hari saya memainkannya. Tujuannya jelas, ingin segera men-tamat-kan game ini. Jujur, saya juga pernah berada di tepi rasa ketagihan bermain games. Penerapan aturan goldilocks terlihat sangat jelas ketika bermain video game.

Pengembang GTA San Andreas berhasil menciptakan tantangan permainan yang sesuai dengan kemampuan pemain. Disini kita juga belajar dari pengembangan video games.  Video game membuktikan bahwa motivasi dapat diciptakan secara konstan dan stabil

Pengetahuan Aturan Goldilocks juga bermanfaat bagi diri kita. Kita dapat menciptakan motivasi optimal dengan cara mengukur apa yang sedang kita hadapi. Apakah tantangan yang ada di depan mata itu sepadan dengan kemampuan kita atau tidak.

Ini pun menjadi pelajaran bagi kita untuk mengasah diri. Terutama dalam “ngrumangsani” potensi dan kemampuan yang dimiliki. Ketika kita memahami kemampuan diri, kita bisa membandingkannya dengan tantangan yang ada.

Secara sederhana dapat ditunjukkan pada dua kemungkinan situasi seperti ini. Jika sesuatu yang kita hadapi lebih dari kemampuan kita, maka kita dapat meminta bantuan orang lain. Bantuan dari orang lain ini akan meringankan beban kita. Yang pada akhirnya akan meningkatkan kepercayaan diri. Disini, otomatis motivasi untuk mengerjakan akan muncul kembali.

Situasi kedua. Yaitu ketika kita menghadapi tantangan yang terlampau rendah. Kita jadi kurang berminat dalam menyelesaikannya. Misalnya dengan munculnya perasaan mengesampingkan. Bila situasi ini terjadi, kita dapat mendelegasikan tugas/tantangan ini kepada orang lain. Orang lain mendapatkan kesempatan untuk bereksperimen sembari mendapatkan pengawasan dari kita. Tentu disini minat kita akan lebih stabil. Sebab, ada alasan lain selain menyelesaikan tantangan yang menurut kita terlampau mudah.

Yuk, pahami aturan Goldilocks untuk memunculkan motivasi yang optimal dari dalam diri kita.


Rahma Huda Putranto

Borobudur, 4 Januari 2023

Comments

Baca Juga