Alasan Menulis


Saya membuat tulisan secara berseri. Harapannya, tulisan ini saya terbitkan setiap hari. Saya menpublikasikan tulisan saya pada dua moda saja, yaitu melalui Instagram dan blog. Rasanya jadul juga ya masih mencantumkan blog di era saat ini.


Ada beberapa sosok yang menginspirasi saya untuk menulis setiap hari. Tokoh tersebut bernama Dahlan Iskan dan Goenawan Muhammad. Dahlan Iskan menulis setiap hari di Catatan Harian DI. Anda bisa menikmati tulisan beliau di Disway.id. Terbit setiap hari pukul 04.00 WIB. Tulisan di Disway terbit setiap hari semenjak 9 Februari 2018.


Sementara ada juga yang menulis semenjak muda, yaitu Goenawan Muhammad. Kita mengenalnya melalui tulisan bersambung di Catatan Pinggir (Caping). Terbit di Majalah Tempo. Terbit secara berkala sejak tahun 1977.


Saya sengaja menulis tanpa bantuan Kecerdasan Imitasi/Arificial Intelligent. Hal ini saya lakukan untuk memeriksa alur pikiran saya. Selain itu, menulis saya gunakan untuk mendeskripsikan perasaan yang saya alami. Menulis juga saya gunakan untuk mengkristalisasi pikiran-pikiran yang berserakan.


Proses menulis selalu saya awali dengan menetapkan batasan waktu. Saya mengaktifkan waktu mundur selama 5 menit. Batasan waktu ini saya tetapkan untuk memunculkan minat. Saya juga menggunakan waktu 5 menit ini untuk meringankan beban. Saya tidak terbebani dengan berapa banyak baris tulisan yang harus dibuat. Jadi, tidak ada target jumlah karakter. Adanya batasan waktu untuk menulis.


Saya mendapatkan ide tulisan dari apa yang saya alami hari ini. Bisa juga dari inspirasi yang saya peroleh setelah mengobrol maupun membaca tulisan di buku/artikel. Ya, intinya saya menulis dengan memanfaatkan modalitas yang ada berupa panca indera. Selamat menikmati.


Kemuning-Karanganyar, 7 Februari 2026

Rahma Huda Putranto

Post a Comment

Previous Post Next Post

Ad 2