"Yang saya minta hanya dua: ciptakan keunggulan komparatif dan turunkan angka kemiskinan."
Ini ungkapan yang sering disampaikan oleh Bupati Magelang, Bapak Grengseng Pamudji, S.Pt. Saya mendapatkan penjelasan lengkapnya malam ini. Tepatnya di Linggarjati 2, Desa Mangli, Kecamatan Kaliangkrik.
Seluruh pejabat eselon 2 beserta Kasubag Program mengikuti kegiatan Asistensi Penyusunan Rencana Aksi Perangkat Daerah dalam Rangka Pencapaian Visi Misi Magelang Aman, Nyaman, Religius, Unggul, dan Sejahtera.
Kegiatan ini dipandu langsung oleh Bapak Bupati Magelang. Semua OPD harus menyampaikan apa yang menjadi rencana aksi pada tahun 2026 hingga 2030.
Dalam kegiatan ini, Bapak Bupati Magelang ingin memastikan program-program yang dibuat OPD itu berdampak. Dampak utamanya berupa menurunnya angka kemiskinan.
Adapun cara dalam menurunkan angka kemiskinan adalah dengan menciptakan keunggulan komparatif. Nantinya program-program di Kabupaten Magelang tidak mengarah pada hal-hal yang sifatnya kompetitif. Dampaknya, Kabupaten Magelang tidak lagi konsen pada "persaingan" dengan daerah tetangga.
Untuk mendapatkan keunggulan komparatif, Kabupaten Magelang perlu menemukan keunikannya. Nantinya, keunikan ini menjadi sesuatu yang khas bagi Kabupaten Magelang. Ke-khas-an ini perlu dicari dengan cara menganalisis potensi yang ada. Magelang punya "lima gunung", Borobudur, spesies endemik, dsb. Dengan demikian, setiap OPD di Kabupaten Magelang kini punya agenda besar. Masing-masing OPD perlu mencari keunikan dari berbagai macam potensi yang ada di Kabupaten Magelang. Keunikan itu dikembangkan menjadi keunggulan komparatif.
Singkatnya, keunggulan komparatif menjadi dasar untuk menurunkan angka kemiskinan. Angka kemiskinan diharapkan bisa menurun dari tahun ke tahun. Masyarakat pun semakin sejahtera.
Mangli, 5 Februari 2026
Rahma Huda Putranto
