Sekitar satu minggu yang lalu, media sosial dipenuhi cuplikan pidato pimpinan Pondok Pesantren Modern Gontor. Namanya K.H. Hasan Abdullah Sahal. Tayangan pidato Kyai Hasan menjadi viral karena menyampaikan materi yang tidak biasa di depan Presiden Prabowo.
Saya tidak akan menuliskan isi pidato ini secara lengkap. Namun, saya ingin menyampaikan kesan yang saya rasakan. Pidato tersebut seolah menunjukkan kalau Kiai Hasan adalah sosok yang menjalani pola hidup sederhana, terlihat polos namun cerdas.
Kesederhanaan terlihat ketika Kiai Hasan "menantang" para hadirin. Kiai Hasan siap di demo jika "gaya hidup"-nya melebihi santrinya. Beliau ingin menyampaikan kalau standar hidupnya sama dengan para santri Gontor. Kiai Hasan menjamin bahwa apa yang beliau makan, kendarai, dan tinggali tidak lah lebih dari apa yang dinikmati oleh para santri Gontor.
Seketika saja, cuplikan video ini banyak di-repost warganet. Sepertinya masyarakat umum terobati rasa rindunya. Mereka rindu pada tokoh yang berani mengambil cara hidup yang sederhana. Padahal punya peluang untuk hidup serba lebih. Dan sangat mungkin Kiai Hasan bisa hidup lebih. Ribuan santri Gontor dan ratusan ribu alumninya pasti sanggup untuk memenuhi gaya hidup yang serba berlebih. Tapi, Kiai Hasan memilih untuk hidup sewajarnya.
Alhamdulillah, masih ada sosok teladan seperti beliau. Menambah deretan tokoh yang berani tampil dengan penuh kesederhanaan. Kiai Hasan pun mengingatkan saya pada Kiai A.R. Fahrudin. Yang mana kisah kesederhanaannya juga sangat legendaris.
Angkringan Lapangan Sawitan, 26 September 2026
