Skip to main content

Featured Post

Profil Rahma Huda Putranto

Rahma Huda Putranto, S.Pd. adalah Duta Baca Kabupaten Magelang yang   lahir di Magelang, pada tahun 1992, lulus dengan predikat cumlaude dari Jurusan S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Semarang tahun 2014. Kini sedang menempuh Program Magister Manajemen Pendidikan di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Penulis pernah bekerja sebagai guru di SD Muhammadiyah Borobudur. Kemudian mendapat penempatan di SDN Giripurno 2 Kecamatan Borobudur sebagai Pegawai Negeri Sipil. Terhitung mulai tanggal 1 Maret 2018 mendapat tugas baru di SD Negeri Borobudur 1. Alamat tempat tinggal penulis berada di dusun Jayan RT 02 RW 01, Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, penulis dapat dihubungi melalui email r_huda_p@yahoo.co.id. Penulis pernah mengikuti program Latihan Mengajar di Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia selama 3 bulan pada tahun 2013. Penulis meraih peringkat ke-2 tes CPNS Kabupaten Magelang tahun 2014. Ket

Akhlak Dalam Islam

“Tiadakah engkau perhatikan bagaimana Allah telah membuat suatu perumpamaan.Kalimat yang baik adalah umpama pohon yang baik. Akarnya teguh, cabangnya sampai ke langit. Ia memberikan buahnya di tiap musim dengan izin Rabb-Nya....” (Ibrahim: 24-27)

Bangunan iman kita seperti pohon, ada iman yang teguh, tertancap dan terpatri dalam benak layaknya akar. Adapun cabang yang diumpakan sebagai ibadah yang memberikan manfaat bagi diri kita pribadi. Serta akhlak yang diumpamakan sebagai buah, buah yang dinikmati dan memberi manfaat bagi banyak orang.

Akhlak merupakan buahan yang manisnya dapat dinikmati banyak orang di setiap saat, kapan saja dan dalam kondisi bagaimanapun.

Diamnya bermanfaat, bicaranya apalagi. Cemberutnya bermanfaat, senyumnya apalagi. Tawanya bermanfaat, sedihnya bermanfaat. Sabarnya bermanfaat, marahnya memberi pelajaran. Duduknya bermanfaat, berdirinya bermanfaat. Dalam tidurnya ada manfaat, terjaganya lebih-lebih lagi.

Berjalannya bermanfaat, berhentinya bermanfaat. Saat ada nikmat menyambangi, ia berbagi. Saat musibah menimpa, ada banyak pelajaran dari dirinya. Saat luang bermanfaat sebagaimana saat sibuk. Saat muda memberikan manfaat, pun sampai saat tua. Saat sehat memberikan manfaat, begitu pula saat sakit. Saat kaya memberikan manfaat, tak kurang juga saat miskin. Saat hidup memberi manfaat, begitupun saat wafat. Semua sisinya memberi manfaat bagi sekelilingnya(Salim A.Fillah: 2005) begitulah akhlak, buah dg berbagai manfaat.

Sulit bagi kita untuk berubah dan berbuah layaknya perumpamaan di atas. Akan tetapi, jika belum berbuah, minimal kita tidak berduri dan tak beracun. Setidak-tidaknya “Seorang mukmin itu adalah seseorang, di mana orang lain senantiasa merasa aman dari lisan dan tangannya”.

Aku ingin berubah, layaknya sebuah pohon yang kuat akarnya, rindang dahannya dan lebat buahnya. Agar dapat berubah seperti perumpamaan di atas, maka hanya Islam yang mampu menjawabnya. Berubah menurut Islam merupakan sesuatu hal yang terbaik. Karena Islam tidak merubah karakter seorang muslim.

Islam tidak merubah karakter yang khas dari pemiliknya selama tidak bertentangan dengan akidah. Islam justru membingkainya menjadi kemuliaan karakter yang menyejarah. Mari kita ingat karakter yg dimiliki oleh sahabat-sahabat Nabi SAW.

Ada Abu Bakar dg karakter Ash Shiddiqnya(benar, membenarkan dan dibenarkan), ada Umar dengan karakternya yang jujur(Al-Faruq), ‘Utsman dengan karakter Dzun Nurainnya(pemalu), Ada Khalid yang bergelar pedang Allah, serta Ali dengan karakter Cerianya. Dan Masih banyak lagi karakter2 Sahabat Nabi SAW yang memiliki karakter yang khas dan dibingkai dengan kemuliaan akhlak.

Comments

Baca Juga