Skip to main content

Featured Post

Profil Rahma Huda Putranto

Rahma Huda Putranto, S.Pd. adalah Duta Baca Kabupaten Magelang yang   lahir di Magelang, pada tahun 1992, lulus dengan predikat cumlaude dari Jurusan S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Semarang tahun 2014. Kini sedang menempuh Program Magister Manajemen Pendidikan di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Penulis pernah bekerja sebagai guru di SD Muhammadiyah Borobudur. Kemudian mendapat penempatan di SDN Giripurno 2 Kecamatan Borobudur sebagai Pegawai Negeri Sipil. Terhitung mulai tanggal 1 Maret 2018 mendapat tugas baru di SD Negeri Borobudur 1. Alamat tempat tinggal penulis berada di dusun Jayan RT 02 RW 01, Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, penulis dapat dihubungi melalui email r_huda_p@yahoo.co.id. Penulis pernah mengikuti program Latihan Mengajar di Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia selama 3 bulan pada tahun 2013. Penulis meraih peringkat ke-2 tes CPNS Kabupaten Magelang tahun 2014. Ket

Belajar Tidak Sekedar Tahu atau bisa melakukan, Tapi Harus Belajar Menjadi

Cerita saya kali ini tentang aktivitas belajar. Selama ini belajar dimaknai sebagai sebuah usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk mendapatkan perubahan. Perubahan tersebut bisa terjadi secara internal maupun eksternal.

Secara singkat dapat dijelaskan bahwa belajar terdiri dari tiga tahapan utama yaitu adanya input, proses dan output. Subyek yang berperan sebagai input dalam kegiatan belajar adalah seseorang. Proses belajarnya berupa usaha. Perubahan baik secara internal maupun eksternal merupakan output dari belajar.

Belajar pun memiliki tiga tingkatan yang berbeda. Ketiga tingkatan belajar ini diungkapkan pada istilah belajar tentang (learning to know); belajar melakukan (learning to do); dan belajar menjadi (learning to be). Manusia berpotensi mengalami tiga tingkatan belajar ini.

Tiga tingkatan dapat dilakukan oleh manusia. Sebab manusia dianugerahi akal dan panca indera oleh Tuhan Yang Maha Esa. Panca indra digunakan manusia untuk menyerap semua objek belajarnya. Sedang akal dimanfaatkan manusia untuk mengolah bahan belajar untuk diterapkan agar manusia bisa belajar melakukan dan menjadi.

Dari kemampuannya belajar, hewan berbeda dengan manusia. Hewan tidak bisa melewati semua tingkatan belajar itu. Hewan tidak dianugerahi akal layaknya manusia. Hewan tidak bisa belajar tentang sesuatu. Hewan pun tidak bisa "menjadi" seperti yang ia inginkan. Hewan hanya bisa belajar melakukan saja.

Hewan yang hanya bisa melakukan terlihat jelas pada fenomena monyet dilatih menari topeng monyet. Monyet tidak bisa belajar tentang topeng monyet. Monyet tidak bisa memaknai setiap gerak dan hakikat topeng monyet. Karena ia tidak bisa belajar tentang yang lain, monyet tidak bisa belajar menjadi yang lain.

Monyet ini hanya bisa belajar melakukan. Ia belajar bagaimana caranya melakukan pertunjukan topeng monyet. Yang ia tahu hanya sebuah pengertian. Bila ia bergerak sesuai kemauan majikannya, ia akan mendapatkan kacang. Ia tidak berpikir tentang kacang itu. Apalagi berpikir bahwa ia harus menjadi monyet seutuhnya dengan tidak menuruti keinginan majikannya.

Pentingnya Kesadaran
Kesadaran akan tingkatan belajar ini penting. Alasannya, kini banyak manusia yang terjebak pada level belajar tentang dan sekedar belajar melakukan saja. Contohnya, banyak manusia yang tahu tentang ilmu ekonomi. Tapi tidak banyak manusia yang bisa menjadi kaya.

Banyak manusia yang tahu tentang konsep pendidikan. Banyak juga yang bisa melakukan praktik pendidikan. Namun belum tentu bisa "menjadi" pendidik. Rasionalisasinya sederhana. Manusia bisa dengan mudah belajar tentang dan belajar melakukan sesuatu. Tapi tidak mudah belajar menjadi atau berperan atas tanggung jawab tertentu.

Oleh karenanya, mari tingkatkan kapasitas diri menjadi manusia pembelajar. Manusia yang menghayati bahwa tanggung jawab manusia tidak hanya sekedar tahu atau bisa melakukan. Namun manusia juga memiliki tanggung jawab menjadi.

Semangat untuk "menjadi" inilah yang membuat manusia mengembangkan diri, pengetahuan dan teknologi. Hingga ia bisa menjadi manusia yang berguna.

Comments

Baca Juga