Skip to main content

Featured Post

Profil Rahma Huda Putranto

Rahma Huda Putranto, S.Pd. adalah Duta Baca Kabupaten Magelang yang   lahir di Magelang, pada tahun 1992, lulus dengan predikat cumlaude dari Jurusan S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Semarang tahun 2014. Kini sedang menempuh Program Magister Manajemen Pendidikan di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Penulis pernah bekerja sebagai guru di SD Muhammadiyah Borobudur. Kemudian mendapat penempatan di SDN Giripurno 2 Kecamatan Borobudur sebagai Pegawai Negeri Sipil. Terhitung mulai tanggal 1 Maret 2018 mendapat tugas baru di SD Negeri Borobudur 1. Alamat tempat tinggal penulis berada di dusun Jayan RT 02 RW 01, Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, penulis dapat dihubungi melalui email r_huda_p@yahoo.co.id. Penulis pernah mengikuti program Latihan Mengajar di Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia selama 3 bulan pada tahun 2013. Penulis meraih peringkat ke-2 tes CPNS Kabupaten Magelang tahun 2014. Ket

Pernikahan Atta-Aurel Disiarkan TV Publik dan Dihadiri Pejabat Publik, Ada Apa?


Pernikahan Aurel dan Atta Halilintar memang menakjubkan. Saya tidak akan mengomentari kemegahan proses pernikahan tersebut. Saya takjub pada orang-orang "besar" yang hadir sebagai saksi dan tamu pernikahan.

Pernikahan yang dihadiri tokoh publik sebenarnya biasa terjadi. Akan tetapi ini luar biasa. Karena dapat menghadirkan dua tokoh besar yang sempat bersaing di pemilihan presiden 2019 lalu. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Setidaknya saya memiliki tiga alasan mengapa hal tersebut bisa terjadi. Walau ketiga hal ini belum tentu benar. Karena yang tahu alasan kehadirannya hanyalah yang hadir. Alias si tamu pernikahan tersebut.

Alasan pertama kehadiran tokoh publik di pernikahan ini -saya menduga- karena Atta memiliki channel YouTube dengan subscribers yang sangat banyak. Atta Halilintar memiliki subscribers sampai lebih dari 25 juta orang. Angka ini yang menjadikan dia sebagai orang dengan jumlah subscribers terbanyak di Indonesia.

Kedua, tokoh publik yang hadir mungkin juga berasalan karena kenal dengan mertua Atta Halilintar, yaitu Anang Hermansyah. Anang Hermansyah merupakan artis yang pada pemilu yang lalu terjun sebagai calon legislatif DPR-RI. Waktu itu, ia terpilih menjadi anggota DPR-RI. Latar belakang Anang sebagai artis dan anggota DPR ini yang membuat tokoh publik hadir di pernikahan Atta-Aurel.

Ketiga, para tokoh publik yang hadir mungkin saja terkesan dengan perjalanan hidup Atta Halilintar. Diceritakan bahwa Atta sewaktu kecil hidup dengan penuh perjuangan. Ia benar-benar memulai jejak keartisanan dari nol. Ini yang membuat orang segan padanya.

Kalau diuraikan kembali, mungkin akan ada banyak alasan yang memungkinkan seseorang datang ke pernikahan Atta-Aurel. Akan tetapi, tiga alasan di atas sudah cukup untuk menjelaskan mengapa tokoh publik dapat hadir di sebuah kegiatan yang sifatnya"private" tapi diekspos publik.

Tokoh publik menyukai pada jumlah massa yang dimiliki seseorang. Saat ini hitungan "memiliki" massa ini diwujudkan dengan jumlah subscribers atau follower di media sosial. Ini menjadi hitungan yang cukup "pasti" untuk menilai pengaruh seseorang.

Latar belakang keluarga dan perjalanan hidup juga menjadi alasan seseorang disukai oleh publik. Makanya soal "nasab" atau "bibit-bebet-bobot" tidak bisa dikesampingkan begitu saja. Pernikahan yang menggetarkan publik membutuhkan kontribusi "nasab" dan pembuktian diri dalam bentuk perjalanan karir.

Comments

Baca Juga