Skip to main content

Featured Post

Profil Rahma Huda Putranto

Rahma Huda Putranto, S.Pd., M.Pd.  adalah seorang Kandidat Doktor di Bidang Pendidikan dan Duta Baca Kabupaten Magelang yang   lahir di Magelang, pada tahun 1992, lulus dengan predikat cumlaude dari Jurusan S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Semarang tahun 2014. Pernah menempuh Program Magister Manajemen Pendidikan di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Selain itu, gelar magister bidang pendidikannya juga diperoleh melalui Program Magister Manajemen Pendidikan di Universitas Negeri Yogyakarta. Kini sedang menempuh studi doktoral di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Penulis pernah bekerja sebagai guru di SD Muhammadiyah Borobudur. Kemudian mendapat penempatan di SDN Giripurno 2 Kecamatan Borobudur sebagai Pegawai Negeri Sipil. Terhitung mulai tanggal 1 Maret 2018 mendapat tugas baru di SD Negeri Borobudur 1. Alamat tempat tinggal penulis berada di dusun Jayan RT 02 RW 01, Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tenga...

Niat Implementasi

Alhamdulillah, saya bisa mengajak keluarga kecil untuk makan sandwich dan pizza. Tempat makannya cukup spesial, yaitu di HVMAN. Kami sering lewat cafe ini. Karena lokasinya memang strategis. Di persimpangan jalan dan di perbatasan Kabupaten dan Kota Magelang. Spesial bagi kami karena sering lewat tapi jarang berani untuk mampir.

Saya sengaja mengajak makan di luar karena bertepatan dengan tanggal 1 Januari 2026. Momen spesial awal tahun. Ya, kita rayakan kecil-kecilan. Sebagai obat juga karena di malam tanggal 31 Desember 2025, kami tidak kemana-mana. Hanya di rumah saja.

Hari ini saya juga bersyukur atas satu resolusi yang berhasil terlaksana. Saya punya resolusi untuk dapat membuka dan membalas pesan Whatsapp yang menumpuk. Ada sekitar 300 chat yang belum terbalas. Semua menumpuk semenjak awal Desember 2025.

Ada tindakan khusus yang membuat resolusi ini berhasil ditunaikan. Saya menggunakan nasihat James Clear. James Clear menulis di bukunya Atomic Habits tentang bagaimana cara memulai suatu kebiasaan/tindakan.

James Clear mengungkapkan kalau niat saja tidak cukup. Niat belum tentu mengarahkan seseorang pada tindakan. Maka James Clear menambahkan adanya komponen "waktu" dan "tempat" ketika berniat mau melakukan sesuatu. Tingkat keberhasilannya lebih tinggi. James Clear menyebut niat ini dengan istilah "niat implementasi".

Niat Implementasi contohnya pada memulai kebiasaan menulis jurnal harian. Awalnya, saya hanya berniat untuk dapat menulis jurnal setiap hari. Niat menulis jurnal setiap hari ini ternyata tidak cukup. Saya malah sering menunda untuk menulis jurnal harian.

Pernah juga jurnal harian tidak berhasil ditulis selama beberapa hari. Alhasil, saya semakin merasa tidak nyaman. Ada perasaan terbebani dalam diri. Akhirnya muncul rasa bersalah karena tidak dapat menulis jurnal harian.

Saya merenung dan baru ketahuan selama satu minggu terakhir ini. Dalam satu minggu terakhir saya berhasil menulis jurnal harian secara rutin. Saya menambahkan komponen waktu dan tempat pada niatan saya.

Saya berniat seperti ini, "saya akan menulis jurnal harian setiap pukul 18.30 WIB di ruang kerja". Maka setiap kali pukul 18.30 WIB, saya masuk ke ruang kerja. Langsung menulis. Tidak ada tawar menawar lain. Saya cukup melaksanakan apa yang sudah diniatkan dalam niat implementasi. Saya menulis pada pukul 18.30 di ruang kerja.

Ini juga memperbaharui teknik pengelolaan tugas saya. Selama ini saya hanya menulis tugas di Google Task. Saya tidak pernah menetapkan kapan waktu penyelesaian tugas tersebut. Akhirnya pikiran saya tertekan sendiri. Banyak tugas, tapi tidak tertunaikan.

Berbeda jika sudah ada waktu. Saya bisa langsung otomatis menunaikan tugas itu. Otak dan hati langsung terprogram bahwa pada jam 18.30 saya akan menulis. Menulisnya pun tidak diberi batasan. Minimal menulis satu kalimat. Eh, ternyata oh ternyata, saya larut dalam menulis dan tidak pernah hanya menulis satu kalimat saja. Inilah teknik bagus dari James Clear, Niat Implementasi.


HVMAN, 1 Januari 2026

Rahma Huda Putranto

Comments

Baca Juga