![]() |
| Ilustrasi perayaan HUT RI Di Dusun Jayan RT 02 RW 01 |
Kehidupan manusia identik dengan peringatan-peringatan. Peringatan ini biasanya digunakan untuk mengenang suatu peristiwa penting. Sehingga lahirlah istilah bahwa manusia adalah makhluk festival, homo festivus.
Festival atau peringatan yang dilakukan manusia memiliki ciri yang umum. Konon festival yang diselenggarakan manusia di seluruh dunia memiliki persamaan. Ciri-ciri festival tersebut adalah:
1. Festival identik untuk mengenang masa lalu
2. Festival diperingati secara gathering atau mengumpulkan orang-orang
3. Festival mengandung spirit membangun masa kini dan esok
Indonesia yang kaya akan suku dan budaya memiliki banyak ritual berupa festival atau peringatan. Bahkan sejak manusia dalam kandungan sampai manusia sudah tidak ada di dunia ini lagi. Ada juga peringatan untuk mengingat peristiwa besar yang berkaitan dengan orang banyak.
Festival manusia sebelum lahir diwujudkan dalam tradisi Jawa ada "ngapati", "mitoni". Peringatan setelah meninggal diperingati tujuh hari, empat puluh hari, 100 hari, sampai 1000 hari terhitung setelah orang itu meninggal. Peringatan setelah meninggal ini kebanyakan orang jawa mengetahui karena dipengaruhi ritual keagamaan Hindu. Namun berdasarkan kajian sejarah ternyata upacara paska kematian ini dipengaruhi kebudayaan Champa.
Contoh peristiwa di atas adalah peristiwa yang berkaitan dengan individu perorangan. Festival memperingati peristiwa yang menjadi kesuksesan orang banyak misalnya peringatan dirgahayu kemerdekaan Indonesia. Dimana dulu peristiwa merebut kemerdekaan melibatkan perjuangan seluruh rakyat Indonesia.
Akhir-akhir ini festival peringatan HUT RI penyelenggaraannya sampai tingkat RT. Peringatan HUT RI di tingkat RT sudah berjalan beberapa tahun terakhir. Contoh peristiwa festival untuk memperingati sebuah kejadian telah menegaskan manusia sebagau "Homo Festivus".
Borobudur, 11 September 2018
Tags
Opini
