Otak cenderung mengikuti tujuan. Entah tujuan yang berasal dari dalam atau luar diri. Ini yang menjadi salah satu sebab kenapa tujuan menjadi hal yang sangat penting bagi manusia.
Tujuan menjadi sesuatu yang hendak dicapai. Setiap orang disarankan untuk memiliki tujuan hidup. Bila tidak, ada konsekuensi logis yang harus ditanggung.
Konsekuensi orang yang tidak memiliki tujuan adalah ia akan mengikuti tujuan orang lain/ pihak lain. Keikutsertaannya pada tujuan lain sering tidak disadari. Kesadaran baru muncul ketika ia "kecelik" karena tidak mendapat apa-apa.
Penjelasan sederhananya seperti ini, ketika seorang pekerja yang kecanduan game. Seorang pekerja yang kecanduan game "terbawa" tujuan lain. Pekerja ini tidak lagi bekerja dengan baik karena terjebak pada tujuan si pembuat game.
Pembuat game pasti memiliki tujuan berupa game-nya bisa disukai, dimainkan secara terus-menerus oleh banya orang. Tujuan si pembuat game tercapai. Namun sayang, tujuan seorang pekerja itu tidak tercapai. Ia dipecat karena produktifitasnya turun. Produktifitas turun yang disebabkan karena kecanduan game.
Inilah saat dimana orang yang tidak memiliki tujuan yang kuat akan hanyut pada tujuan orang lain. Tujuan orang lain perlu diwaspadai karena belum tentu sesuai dengan kebutuhan dan keinginan kita. Idealnya, setiap orang harus memiliki tujuan sendiri agar tidak terjebak pada tujuan orang lain.
