Skip to main content

Featured Post

Profil Rahma Huda Putranto

Rahma Huda Putranto, S.Pd. adalah Duta Baca Kabupaten Magelang yang   lahir di Magelang, pada tahun 1992, lulus dengan predikat cumlaude dari Jurusan S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Semarang tahun 2014. Kini sedang menempuh Program Magister Manajemen Pendidikan di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Penulis pernah bekerja sebagai guru di SD Muhammadiyah Borobudur. Kemudian mendapat penempatan di SDN Giripurno 2 Kecamatan Borobudur sebagai Pegawai Negeri Sipil. Terhitung mulai tanggal 1 Maret 2018 mendapat tugas baru di SD Negeri Borobudur 1. Alamat tempat tinggal penulis berada di dusun Jayan RT 02 RW 01, Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, penulis dapat dihubungi melalui email r_huda_p@yahoo.co.id. Penulis pernah mengikuti program Latihan Mengajar di Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia selama 3 bulan pada tahun 2013. Penulis meraih peringkat ke-2 tes CPNS Kabupaten Magelang tahun 2014. Ket

Reputasi Diri di Media Sosial


Beberapa sahabat mulai bereaksi terhadap perubahan aktivitas saya di media sosial. Saya kini memang tidak sekedar "posting". "Postingan" saya kini terkesan lebih rapi. Begitu ungkapan teman saya setelah saya melakukan perubahan di media sosial saya.

Saya memang sengaja mengubah jenis konten yang saya unggah. Bukan tanpa sebab. Saya beberapa waktu lalu "kalah" dipercaya. Salah satu relasi bisnis lebih memilih orang lain dan bukan saya.

Saya merenung atas kejadian ini. Kemampuan saya tidak jauh dengan dia. Hanya saja, tampilan saya di media sosial tidak lebih baik daripada dia. Dia mampu memunculkan potensinya di dunia maya dengan sangat baik. Hal ini membuktikan kalau dia berhasil membangun reputasi positif di media sosial.

Sejak itu saya mulai berpikir "how". Bagaimana caranya agar reputasi saya tidak kalah dengan orang yang "skill-nya" di bawah saya. Maka mau tidak mau saya harus memulai perubahan dalam pengelolaan media sosial.

Saya mengutip pendapat dari Dosen Sosial Media Strategist dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dosen tersebut bernama Muhammad Fanshoby, M.Sos. Ia menjelaskan bahwa pemanfaatan media sosial-secara maksimal-dapat dimulai dari beberapa hal ini. Yaitu kenali potensi diri, riset, konten, desain, dan konsistensi.

Langsung saja. Saya seketika itu langsung mencoba untuk mengenali potensi diri. Saya mencoba untuk menjawab pertanyaan, "apa potensi terbesar dalam diri saya?" Jawabannya untuk saat ini tentu peran sosial saya sebagai Duta Baca Kabupaten Magelang. Peran ini memiliki tanggung jawab moral yang besar. Sehingga perlu dibangun di publik untuk mempertanggunjawabkannya di depan masyarakat.

Selanjutnya saya mencoba meriset akun media sosial milik orang lain. Saya mencari orang-orang yang berhasil membangun reputasi dirinya di media sosial. Yaitu orang-orang yang kini dikenal sebagai "influencer."

Saya menemukan beberapa influencer. Saya meriset bagaimana cara mereka menyapa pengikutnya. Bagaimana cara mereka membuat desain konten. Apa saja pertimbangan mereka saat menentukan konten yang diunggah. Sampai desain seperti apa yang dikembangkan. Dan seberapa sering mereka "posting". Semua ini saya lakukan.

Yang pada akhirnya, saya berkesimpulan bahwa ada dua hal yang paling penting. Dua hal yang paling penting diantara yang penting itu adalah konten dan konsistensi. Konten atau isi yang dipilih sangat menentukan kesan yang terbangun di benak pengikut. Namun konten juga harus disesuaikan dengan minat yang membuat kita antusias dan tertarik.

Setelah konten ada yang namanya konsistensi. Pembentukan reputasi di media sosial sangat ditentukan seberapa sering kita muncul di "beranda." Maka perlu adanya konsistensi dalam menyajikan konten-konten untuk sasaran pengikut.

Karena diri saya adalah seorang Duta Baca, maka saya mencoba untuk menyajikan konten seputar literasi dan buku. Makanya saya sering memunculkan ringkasan isi buku sebagai konten. Bahkan saya juga menyelenggarakan webinar live streaming untuk membahas isi buku.

Desain konten yang saya pilih pun saya sesuaikan dengan "tone warna." "Tone" penting pada desain postingan. Tujuannya untuk menciptakan situasi "enak" dan "nyaman" dipandang. Terutama saat orang mengunjungi laman profil media sosial.

Ya, inilah sekelumit alasan saya berkaitan dengan perubahan perilaku saya di media sosial. Saya mencoba untuk menciptakan reputasi di media sosial. Harapannya agar orang lain dapat menemukan identitas dan potensi saya yang sebenar-benarnya dan sebaik-baiknya. Semangat!


Borobudur, 24 Maret 2021

Comments

Baca Juga