Skip to main content

Featured Post

Profil Rahma Huda Putranto

Rahma Huda Putranto, S.Pd. adalah Duta Baca Kabupaten Magelang yang   lahir di Magelang, pada tahun 1992, lulus dengan predikat cumlaude dari Jurusan S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Semarang tahun 2014. Kini sedang menempuh Program Magister Manajemen Pendidikan di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Penulis pernah bekerja sebagai guru di SD Muhammadiyah Borobudur. Kemudian mendapat penempatan di SDN Giripurno 2 Kecamatan Borobudur sebagai Pegawai Negeri Sipil. Terhitung mulai tanggal 1 Maret 2018 mendapat tugas baru di SD Negeri Borobudur 1. Alamat tempat tinggal penulis berada di dusun Jayan RT 02 RW 01, Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, penulis dapat dihubungi melalui email r_huda_p@yahoo.co.id. Penulis pernah mengikuti program Latihan Mengajar di Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia selama 3 bulan pada tahun 2013. Penulis meraih peringkat ke-2 tes CPNS Kabupaten Magelang tahun 2014. Ket

Bisnis Jasa dan Mengapa Harus Menggunakannya


Bisnis jasa saat ini memiliki peluang yang besar. Terutama jasa yang membantu orang lain memenuhi kebutuhan dan keinginannya. Walau begitu, bisnis jasa ada yang bertahan dan ada yang tidak.

Jasa dalam pengertian ilmu ekonomi merupakan suatu bentuk penawaran yang dilakukan dari satu pihak kepada pihak lain. Ciri khusus dari jasa adalah tidak terjadi pertukaran hak milik. Komoditas jasa pun tak berwujud secara fisik.

Selama pandemi, bisnis jasa yang mengalami peningkatan salah satunya berupa jasa ekspedisi/titipan kilat. Jasa ekspedisi memberikan pelayanan mengantarkan barang. Tidak ada pertukaran barang karena barang yang diantar bukan/tidak jadi hak milik jasa ekspedisi.

Penawaran jasa ekspedisi tidak berbentuk barang. Jasa ekspedisi hanya menawarkan sumber daya untuk mengambil dan mengantarkan barang. Penjelasan ini menunjukkan kalau bisnis ekspedisi merupakan salah satu contoh jasa.

Besaran biaya yang ditawarkan oleh penyedia jasa tentu bermacam-macam. Biaya akan semakin mahal jika penyedia jasa memberikan service/pelayanan secara maksimal. Pelayanan yang maksimal ini membutuhkan sumber daya yang lebih besar dari para pelayan jasa. Jadi, biaya yang dibayarkan pengguna jasa adalah untuk membiayai sumber daya yang digunakan.

Sebagai contoh, kembali ke jasa ekspedisi. Tarif ekspedisi yang semakin cepat sampai, tarifnya pun semakin mahal. Tarif murah biasanya sampainya juga lebih lama.

Jadi, tidak ada salahnya menggunakan “jasa”. Penggunaan jasa untuk beberapa hal yang tidak kita kuasai menjadi pilihan terbaik. Wajar dong, bayar lebih untuk jasa yang menyediakan pelayanan yang tidak bisa kita lakukan sendiri.

Borobudur, 30 November 2021

Comments

Baca Juga