Featured Post
- Get link
- X
- Other Apps
Perlawanan Kucing
Situasi rumah seringkali tidak kondusif. Sebab, ada seekor kucing yang mengganggu. Kucing berwarna putih dengan motif coklat dan hitam ini seringkali merobek plastik makanan. Akibatnya, makanan yang ada di dalamnya tidak bisa dinikmati.
Peristiwa konkritnya terjadi hari ini. Saya baru saja mendapatkan oleh-oleh kerupuk tengiri dari Malaysia. Kerupuk ini terbungkus plastik. Saya menaruhnya di atas meja sebelum kerja. Sepulang kerja, bungkus kerupuk ini telah tercabik-cabik. Menyisakan kerupuk yang berhamburan di lantai. Akhirnya saya tidak bisa menikmati oleh-oleh dari Malaysia.
Tak ayal peristiwa ini membuat saya jengkel. Dalam pikiran saya hanya satu, kucing ini harus saya tangkap dan membuangnya ke tempat yang jauh. Peristiwa terkoyaknya bungkus kerupuk ini memunculkan ikrar perang terhadap kucing tersebut.
Peperangan dengan kucing ini ternyata tak perlu menunggu lama. Karena kucing ini kembali masuk ke rumah pada malam hari ini sekitar pukul 22:00 WIB.
Saya berhasil menangkapnya. Awalnya saya pancing si kucing dengan panggilan "pus... pus...." Saya beri ia makanan. Lantas saya tangkap. Berhasil.
Saya baru sadar kalau kedua tangan saya harus memegangi kucing ini. Saya minta istri saya untuk mengambil wadah untuk dapat digunakan untuk membawanya ke tempat pembuangan. Dimasukkanlah di dalam kardus.
Kucing ini memberontak. Ia keluar dari kardus. Saya tangkap lagi. Tapi situasi kali ini berbeda. Kucing ini mengamuk. Mengaum dan mengayunkan cakarnya beberapa kali. "Aumannya" membuat saya jijik. Air liurnya keluar. Bulu-bulunya beterbangan.
Saya memang anti dengan air liur dan bulu kucing. Saya pun melempar kucing ini keluar rumah. Ia kabur dengan berlari sangat cepat. Kucing ini jelas-jelas kini meninggalkan luka fisik. Ada beberapa goresan cakar yang tertinggal di tangan kanan saya. Darah pun menetes.
Saya akhirnya menyadari bahwa setiap tindakan harus dipersiapkan. Apalagi tindakan yang saya lakukan berpotensi menimbulkan perlawanan. Terbukti dari peristiwa perlawanan kucing ini. Sang kucing semakin melawan ketika kita semakin mengancamnya. Akhirnya terbukti pada rumus tekanan pada ilmu Fisika. Kian besar gaya tekan yang diberikan, semakin besar perlawanan (tekanan) yang ditimbulkan. Kini kita tahu betapa pentingnya "alat" dan "kelemahlembutan".
Borobudur, 17 Agustus 2025
- Get link
- X
- Other Apps
Comments
Post a Comment