"Tapi dari perjalanan-perjalanan itu, akhirnya saya banyak berjumpa potensi-potensi. Dan yang saya inginkan adalah: teman-teman main nyali aja udah, karena hidup terlalu membingungkan.
Bahkan hari ini, kamu bermain di content creator, algoritma aja membingungkan. Iya, enggak? Membingungkan, semuanya membingungkan. Jadi, loss saja, Lur, loss. Kamu mau apa aja, lakukan. Apa aja, lakukan. Karena kita enggak akan pernah tahu potensi apa yang terjadi dalam diri kita." (Wira Nagara: 2024)
Fokus sejenak, 5 menit. Ini tulisan yang muncul setiap kali saya ingin menulis artikel blog ini. Saya selalu mengatur waktu selama 5 menit. Khusus untuk menulis.
Kali ini saya mendapatkan inspirasi dari salah satu komika asal Purwokerto, Wira Nagara. Ia menyampaikan pengalamannya dalam kegiatan FestivalOfTwenties. Saya kutip lengkap pernyataan yang paling saya sukai. Anda bisa membacanya di paragraf pertama artikel ini.
Saya suka dengan paragraf pernyataan di atas karena sangat "related". Pernyataannya "aku" banget. Wajar saja, saya dan anda sedang berada pada dunia yang penuh ketidakpastian. Segalanya berubah, bahkan bisa sangat cepat untuk berubah. Akhirnya muncul kebingungan.
Kebingungan yang tidak segera "dipastikan" hasilnya sangat melelahkan. Misal, besok mau ngapain saja kalau tidak segera "difixedkan" hanya menjadi beban dalam diri.
Sebenarnya mudah untuk "memastikan". Saya tinggal memilih satu di antara pilihan lainnya. Hanya saja saya sering terjebak pada "perasaan". Seringkali saya merasa gamang mau menentukan pilihan. Masih ada suara batin yang berkata, "jangan-jangan". Jangan-jangan kalau saya memilih ini, ada resiko ini. Saya tentukan sekarang, jangan-jangan besok berubah. Saya pastikan sekarang, eh besok bisa ndak jadi. Ini suara-suara yang seringkali menghambat kepastian. Memunculkan ketidakpastian. Lalu kelelahan. Ujung pangkalnya, gagal. Semuanya tidak pernah dipilih.
Kalau dilihat dari kaca mata "lingkaran kendali, lingkaran pengaruh, dan lingkaran perhatian", maka ketidakpastian itu ada pada lingkaran perhatian. Ketidakpastian menjadi bagian yang tidak bisa dikendalikan. Bahkan peluang untuk dipengaruhi pun sangatlah minim. Lantas apa yang masuk dalam lingkaran kendali kita ditengah ketidakpastian itu?
Jawabannya adalah: Nyali. Ternyata kita membutuhkan keberanian ditengah ketidakpastian. Keberanian diperlukan untuk memilih. Yang sudah saya jelaskan di awal, memilih di tengah ketidakpastian itu tidak mudah. Maka perlu adanya nyali untuk memilih. Nyali inilah yang bisa kita kendalikan. Sekarang tinggal berikan penawaran kepada diri kita, nyali diperbesar atau pasrah pada ketidakpastian?
Borobudur, 14 Januari 2026
Rahma Huda Putranto