Apa pentingnya keseimbangan?
Untuk menjawab pertanyaan di atas, saya menganalogikan dengan aktivitas sehari-hari. Misalnya dalam berdiri, berjalan, dan berlari. Aktivitas ini secara sederhana berdiri di atas kedua kaki. Kaki harus menapak dengan seimbang. Kalau salah satu kaki terlalu menekuk, tentu tidak bias berdiri, berjalan atau berlari. Yang ada hanyalah badan yang terjatuh.
Keseimbangan juga saya ingat dalam salah satu buku Cak Nun. Di cover depan tertulis "hidup itu ibarat ngerem dan ngegas". Hidup akan nyaman kalau tahu kapan harus berjalan pelan bahkan berhenti. Dan kapan harus bergegas untuk berlari.
Ngerem dan Ngegas ini seperti orang naik mobil. Ketika jalan lapang, maka bisa mempercepat perjalanan dengan ngegas. Sementara itu, ketika jalanan ramai, disini perlu yang namanya ngerem. Jangan malah sebaliknya. Saat jalanan ramai, kita tancap gas. Yang ada ya nabrak. Tapi kalau saat jalanan lengang kita malah ngerem, tentu akan ditinggal kehidupan.
Disini kita belajar. Perlu tahu kapan harus ngegas dan di saat seperti apa harus ngerem. Untuk ngegas dan ngerem ini perlu kepekaan dalam melihat situasi jalan. Maka dalam menjalani hidup juga perlu untuk mengamati situasi yang dihadapi. Disini pentingnya berhenti sejenak. Lepas dari rutinitas untuk melihat dan membangun kesadaran.
Tujuannya ngerem dan ngegas itu satu, untuk menciptakan keseimbangan. Semakin seimbang, semakin nyaman untuk sampai tujuan. Tuangkan informasi, analisis dan ambil keputusan.
Rahma Huda Putranto, 23 September 2026
