Beberapa kali saya mendapatkan masukan terkait pemanfaatan aset yang ada. Yang bertanya tidak hanya istri saya. Tapi juga anak laki-laki saya. Beberapa tahun lalu kami membangun sebuah ruang usaha. Letaknya di jalur alternatif yang menghubungkan Mertoyudan dan Borobudur. Hanya saja, ruang usaha ini sekarang tidak termanfaatkan.
Istri saya melirik beberapa jenis franchise. Kami berdiskusi tentang usaha apa yang sekiranya cocok. Hingga menemukan beberapa jenis usaha yang belum ada di area tersebut.
Saya pun konfirmasi ke lapangan. Memang ada satu jenis usaha yang belum ada. Namun, apakah ketiadaan satu jenis usaha ini menjadi peluang yang benar-benar bagus? Jawabannya belum tentu.
Ketidaan suatu jenis bisnis di area tersebut bisa menjadi blue ocean atau bahkan dead ocean. Blue ocean artinya disitu ibarat lautan tenang yang mengandung banyak ikan di dalamnya. Tidak ada pula nelayan yang menjaring ikan di area tersebut.
Tapi, ketiadaan nelayan di suatu perairan bisa juga dimaknai sebagai dead zone. Area tersebut benar-benar tidak dihuni ikan. Maka wajar kalau tidak ada nelayan yang melaut di perairan mematikan ini.
Maka dari itu perlu studi lebih lanjut. Utamanya untuk menjawab pertanyaan, mengapa belum ada usaha sejenis di tempat tersebut? Apakah karena tidak adanya ceruk pasar atau memang ceruk pasar itu sudah ada tapi belum dimanfaatkan. Inilah pintu masuk ilmu pengetahuan.
Angkringan Koramil, 14 September 2026
