Skip to main content

Featured Post

Profil Rahma Huda Putranto

Rahma Huda Putranto, S.Pd. adalah Duta Baca Kabupaten Magelang yang   lahir di Magelang, pada tahun 1992, lulus dengan predikat cumlaude dari Jurusan S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Semarang tahun 2014. Kini sedang menempuh Program Magister Manajemen Pendidikan di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Penulis pernah bekerja sebagai guru di SD Muhammadiyah Borobudur. Kemudian mendapat penempatan di SDN Giripurno 2 Kecamatan Borobudur sebagai Pegawai Negeri Sipil. Terhitung mulai tanggal 1 Maret 2018 mendapat tugas baru di SD Negeri Borobudur 1. Alamat tempat tinggal penulis berada di dusun Jayan RT 02 RW 01, Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, penulis dapat dihubungi melalui email r_huda_p@yahoo.co.id. Penulis pernah mengikuti program Latihan Mengajar di Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia selama 3 bulan pada tahun 2013. Penulis meraih peringkat ke-2 tes CPNS Kabupaten Magelang tahun 2014. Ket

Review Buku Sebelum Filsafat Karya Dr. H. Fahruddin Faiz, S.Ag., M.Ag.


Sebelum Filsafat adalah sebuah judul buku yang dikarang oleh Fahrudin Faiz. Buku filsafat ini sangat rendah hati. Jauh dari kesan mainstream. Sepengamatan saya, buku filsafat yang digandrungi adalah "buku filsafat" itu sendiri.

Buku filsafat yang laris manis di pasaran biasanya ditandai dengan judul yang bombastis dan "filsafat banget." Judul yang saya maksud misalnya "Cara Mudah Berfilsafat", "Cara Cepat Jadi Filosof", dan "Mudahnya Berfilsafat". Deretan judul seperti ini mencerminkan kalau buku tersebut adalah buku filsafat.

Beda dengan buku "Sebelum Filsafat." Buku ini menawarkan kepada pembaca sebelum "mengenal" filsafat. Boleh dikata kalau buku ini bukan menawarkan filsafat. Tapi menawarkan sebelum berfilsafat. Ini yang saya katakan kalau buku ini sangat rendah hati.

Buku ini juga tidak mengklaim sebagai buku yang benar-benar "filsafat." Karena buku ini tidak mengklaim sebagai buku yang membahas tentang "filsafat". Tapi membahas bahasan sebelum sampai ke filsafat.

Buku ini juga tidak mainstream. Sebab, buku ini  tidak ingin ada jarak antara pembaca dengan filsafat. Penulis ingin menekankan bahwa filsafat bukan sesuatu yang ekslusif dan elite. Filsafat yang diinginkan bukanlah filsafat yang dibatasi oleh sekat atau untuk peruntukan tertentu.

Di balik kesan penuh kerendah-hatian itu, tersembunyi wacana yang benar-benar filsafat. Bahkan saya menyebut kalau buku ini filsafat banget. Buku yang "niat-nya" mengantarkan mahasiswa semester awal jurusan filsafat untuk bersiap mempelajari filsafat tapi malah sudah sangat filsafat.

Buku ini diawali dengan penjelasan tentang pertanyaan-pertanyaan terkait filsafat yang sering dilontarkan. Apa itu filsafat? Apa manfaat filsafat? Mengapa harus mempelajari filsafat? Itulah deretan pertanyaan yang memang sering muncul saat membahas filsafat.

Tidak hanya menyajikan pertanyaan, buku ini juga memberikan jawaban singkat atas pertanyaan di atas. Jawaban yang paling "nendang" berkaitan dengan definisi filsafat. Buku yang ditulis oleh ustadz Ngaji Filsafat ini tidak menuliskan pengertian filsafat secara gamblang.

Penulis meminjam istilah Mohammad Hatta, sang wakil presiden pertama kita dalam bukunya "Alam Pikiran Yunani" untuk menawarkan hal yang lebih penting daripada definisi. Daripada mendefinisikan filsafat, lebih baik kita menghayati "karakter berpikir filosofis."

Karakter berpikir filosofis yang dimaksud disini artinya merentangkan pikiran sejauh-jauhnya terhadap apa yang sedang dipikirkan. Yang sedang dipikirkan itu bisa sesuatu yang sedang dihadapi atau dirasakan. Maksudnya adalah mencoba untuk melampaui kenyataan.

Proses untuk melampaui kenyataan diwujudkan dengan selalu melontarkan pertanyaan-pertanyaan. Pertanyaan mengenai sebab dan proses lah yang sering mengantarkan diri untuk berpikir filosofis. Pertanyaan tersebut diwujudkan dalam kata tanya mengapa dan bagaimana. Mengapa hal ini terjadi. Mengapa tidak seperti itu. Lantas bagaimana selanjutnya. Inilah pertanyaan abadi yang diantarkan filsafat menuju kesadaran reflektif.

Mari belajar dan membaca dulu "Sebelum Filsafat".

Comments

Baca Juga