Skip to main content

Featured Post

Profil Rahma Huda Putranto

Rahma Huda Putranto, S.Pd. adalah Duta Baca Kabupaten Magelang yang   lahir di Magelang, pada tahun 1992, lulus dengan predikat cumlaude dari Jurusan S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Semarang tahun 2014. Kini sedang menempuh Program Magister Manajemen Pendidikan di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Penulis pernah bekerja sebagai guru di SD Muhammadiyah Borobudur. Kemudian mendapat penempatan di SDN Giripurno 2 Kecamatan Borobudur sebagai Pegawai Negeri Sipil. Terhitung mulai tanggal 1 Maret 2018 mendapat tugas baru di SD Negeri Borobudur 1. Alamat tempat tinggal penulis berada di dusun Jayan RT 02 RW 01, Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, penulis dapat dihubungi melalui email r_huda_p@yahoo.co.id. Penulis pernah mengikuti program Latihan Mengajar di Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia selama 3 bulan pada tahun 2013. Penulis meraih peringkat ke-2 tes CPNS Kabupaten Magelang tahun 2014. Ket

Silicon valley-nya Indonesia, apa mungkin terwujud?

Kini berhembus kembali gagasan untuk mewujudkan sebuah area mirip Silicon Valley di Indonesia. Tempat untuk pengembangan area tersebut sudah mulai diusulkan. Hanya saja, embel-embel Silicon Valley selama ini hanya sebatas pemanis untuk menarik investor.

Silicon Valley yang berada di Amerika Serikat memang menjadi legenda teknologi dan inovasi dunia. Disana berjajar rapi perusahaan-perusahaan produsen teknologi. Katakan saja Google, Twitter, Facebook, dan deretan perusahaan besar lainnya berada di sebuah kawasan khusus ini.

Mengapa perusahaan besar itu mau berkantor di Silicon Valley? Padahal akan lebih murah kalau berkantor di Indonesia. UMR-nya (Upah Minimun Regional) pasti tidak setinggi di Amerika. Selain itu, mengapa harus di Amerika yang Sumber Daya Alamnya tidak sebanyak di negara-negara Asia atau Afrika.

Silicon Valley tidak hanya dihuni oleh penduduk asli Amerika. Penduduk non-warga negara amerika mencapai 30% lebih. Mereka rela berkantor di Silicon Valey daripada di tempat lain. Padahal teknokrat-teknokrat jenius itu bisa bekerja di belahan bumi manapun.

Ada sebuah penelitian mengapa mereka memilih Silicon Valley. Sebuah lembah yang lekat dengan fasilitas penelitian dan pendidikan tinggi ini diminati karena faktor inovasi dan bisnis. Silicon Valley diminati karena di daerah ini terdapat ekosistem yang mengintegrasikan keunggulan inovasi dan bisnis.

Jadi, terjawab sudah bila sebuah negara menginginkan area seperti Silicon Valley. Daerah tersebut harus ada ekosistem yang mendukung inovasi dan bisnis. Aliran laba dari bisnis memang mendorong sarana dan prasarana untuk berinovasi.

Comments

Baca Juga