Empat Bakat

Kembali bersyukur. Saya mendapatkan pengetahuan baru terkait bakat dan minat. Selama ini saya memahami bakat dan minat itu termanifestasi pada bidang olahraga dan seni. Ternyata tidak hanya pada dua bidang itu saja. Tapi ada juga bakat dan minat di bidang selain itu.

Kesyukuran saya ini terjadi setelah melakukan percakapan dengan AI. Saya lebih sering menggunakan Gemini. Nyaris Gemini merupakan satu-satunya AI yang saya pakai.

Percakapan ini saya lakukan ketika membahas tentang bakat dan minat. Saya mencoba untuk menggali perspektif yang lebih luas terkait bakat dan minat. Jawaban AI sangat lugas. Bakat dan minat tidak terbatas pada kemampuan di bidang olahraga dan/atau seni.

Ini menabrak pandangan saya. Awalnya saya memahami anak yang berbakat itu identik dengan kemampuan olahraga dan seni. Saya dulu sewaktu kecil sering mendengar guru bahwa teman saya, Si A, berbakat dalam menyanyi. Begitu pula dengan Si B yang memiliki bakat di bidang sepakbola.

Anggapan ini berubah setelah bercakap dengan Gemini. Bakat itu tidak terbatas pada kedua bidang itu. Tapi bisa juga terwujud pada 4 bakat. Keempat bakat ini "tak kasat mata", yaitu:

  1. Bakat Empati: Mudah merasakan perasaan orang lain.
  2. Bakat Logika: Cepat melihat pola dan urutan yang masuk akal.
  3. Bakat Mediasi: Pintar mendamaikan orang yang bertengkar.
  4. Bakat Strategis: Selalu punya rencana cadangan dan melihat jauh ke depan.
Keempat bakat di atas sesuatu yang baru bagi saya. Jujur, saya menjadi lebih percaya diri setelah mengetahui empat bakat di atas. Saya kira kepercayaan diri ini juga meningkatkan pada orang lain. Khususnya pada orang-orang yang tidak terlampau pandai di bidang olahraga dan seni.

Di antara keempat ini saya baru mulai menguasai bakat logika dan strategis. Orang sering menceritakan kalau saya pandai dalam membuat rencana. Rencana ini pun diputuskan melalui forum diskusi. Yang mana forum diskusi ini dipandu dengan pola dan urutan yang logis.

Lalu, kira-kira apa ya bakat yang pembaca miliki?

Omah Kopi, 29 Desember 2025
Rahma Huda Putranto


Post a Comment

Previous Post Next Post