Skip to main content

Featured Post

Profil Rahma Huda Putranto

Rahma Huda Putranto, S.Pd. adalah Duta Baca Kabupaten Magelang yang   lahir di Magelang, pada tahun 1992, lulus dengan predikat cumlaude dari Jurusan S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Semarang tahun 2014. Kini sedang menempuh Program Magister Manajemen Pendidikan di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Penulis pernah bekerja sebagai guru di SD Muhammadiyah Borobudur. Kemudian mendapat penempatan di SDN Giripurno 2 Kecamatan Borobudur sebagai Pegawai Negeri Sipil. Terhitung mulai tanggal 1 Maret 2018 mendapat tugas baru di SD Negeri Borobudur 1. Alamat tempat tinggal penulis berada di dusun Jayan RT 02 RW 01, Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, penulis dapat dihubungi melalui email r_huda_p@yahoo.co.id. Penulis pernah mengikuti program Latihan Mengajar di Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia selama 3 bulan pada tahun 2013. Penulis meraih peringkat ke-2 tes CPNS Kabupaten Magelang tahun 2014. Ket

LAPORAN BEDAH BUKU “ARAB, KUNO DAN ISLAM - DARI KAPITALISME PERDAGANGAN KE KAPITALISME RELIGIUS”



1.      Waktu Pelaksanaan dan Penyelenggara Kegiatan
a.      Waktu dan Tempat
1)      Hari                     : Sabtu
2)      Tanggal                : 3 Februari 2018
3)      Pembukaan          : Sabtu, 16 September 2018 pukul 08.00 WIB
4)      Lama Kegiatan    : 1 hari
5)      Tempat                : Auditorium Kampus 4 UAD, Jl. Ringroad Selatan, Kragilan, Tamanan, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
                           
b.      Penyelenggara Kegiatan
Bedah Buku “Arab, Kuno dan Islam - Dari Kapitalisme Perdagangan ke Kapitalisme Religius” diselenggarakan oleh Program Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan.

2.      Tujuan dan Alasan Mengikuti Kegiatan
Tujuan yang hendak dicapai dalam kegiatan ini adalah meningkatkan kompetensi guru agar mampu menjelaskanaktivitas ekonomi dari masa ke masa untuk mengajar Ilmu Pengetahuan Sosial.

3.      Penjelasan Isi Kegiatan
Isi kegiatan Bedah Buku “Arab, Kuno dan Islam - Dari Kapitalisme Perdagangan ke Kapitalisme Religius” ini meliputi:
a.       Kebijakan Program Pascasarjana
b.      Keterkaitan Arab kuno dan Islam dengan aktivitas ekonomi di masanya

4.      Tindak Lanjut
Guru setelah mengikuti kegiatan ini telah melakukan tindak lanjut berupa:
a.       Menerapkan kebijakan program pascasarjana pada kegiatan perkuliahan
b.      Mengajarkan materi IPS tentang Perkembangan Islam sesuai dengan temuan terbaru di bedah buku ini

5.      Dampak
Dampak yang dicapai melalui Bedah Buku “Arab, Kuno dan Islam - Dari Kapitalisme Perdagangan ke Kapitalisme Religius” adalah sebagai berikut:
a.       Memahami Kebijakan Program Pascasarjana
b.      Memanfaatan Keterkaitan Arab kuno dan Islam dengan aktivitas ekonomi di masanya sebagai bahan pengajaran IPS di SD
  
LAMPIRAN

1.      Makalah (Materi) yang disajikan dalam kegiatan pertemuan
2.      Matrik ringkasan pelaksanaan pelatihan
3.      Fotocopy Surat Tugas
4.      Foto copy Sertifikat


Makalah (Materi) Yang Disajikan Dalam Kegiatan Pertemuan

Peradaban Islam masa depan adalah kapitalisme religius.  Simpulan pokok itu diperoleh setelah mempelajari dan membandingkan antara peradaban Arab Kuno dan Arab Islam.  Arab Kuno bangkit dengan kapitalisme perdagangan, sedangkan Arab Islam diidentifikasi sebagai kapitalisme religius.  Kapitalisme religius, secara implisit, akan dapat dikenali pada masa Arab Islam.  Uraian secara eksplisit belum disajikan dalam buku ini.

Sekalipun demikian, jika dibaca secara cermat akan terlihat secara transparan, karena pendekatan ekonomi politik yang digunakan oleh buku ini.  Jawaban sementara ini disadari mengandung risiko akademik yang besar.  Tetapi begitulah keyakinan akademik yang akhirnya ditemukan.  Cendekiawan memang dan boleh jadi salah, tetapi tidak boleh berbohong.

Buku ini – yang merupakan edisi revisi – diberi judul Arab, Kuno dan Islam:  dari Kapitalisme Perdagangan ke Kapitalisme Religius.  Edisi pertamanya ditulis dengan judul Ekonomi Politik Peradaban Islam Klasik.

Munculnya geliat perekonomian Islam mendorong perhatian sejumlah kalangan dan cedekiawan Muslim dan Barat untuk kembali mendiskusikan tentang korelasi antara Islam dan kapitalisme serta penegasan jenis hubungan antarkeduanya.

John L Esposito dalam Ensiklopedi Oxford Dunia Islam Modern memaparkan, secara eksplisit Alquran mengungkapkan nilai ekonomi di luar kepemilikan pribadi, kejujuran dalam perniagaan, dan persaingan yang diwarnai oleh kepedulian kepada pihak yang kurang beruntung.

Namun, perdebatan modern terkait konsep ekonomi Islam berputar pada tiga bahasan, yaitu yang pertama terkait argumentasi Barat bahwa Islam penghalang kapitalisme. Kedua, secara berangsur-angsur para penulis Muslim dan Barat bertemu dalam pandangan Islam mendukung sejenis kapitalisme. Ketiga, kaum modernis Islam memadukan beragam teori ekonomi dan program religius untuk melukiskan Islam sebagai alternatif unggul.

Untuk poin yang pertama, baik cendekiawan Barat atau Muslim sepakat Islam tidak selaras dengan kapitalisme. Para orientalis cenderung memandang Islam secara inheren kontradiktif dengan kepitalisme. Ini sebagai akibat adanya doktrin-doktrin dasar dan tidak dapat diubah, seperti fatalisme, akhirat, dan sangsi bagi para pelanggar riba, misalnya.

Teori yang disuguhkan oleh para ilmuwan sosial lain lagi. Mereka memusatkan perhatian pada ketegangan situasional dan mungkin temporer antara Islam dan kapitalisme. Menurut mereka, ketegangan antarkeduanya itu terkait dengan struktur dan kondisi historis tertentu, seperti feodalisme, sultanisme, dan imperalisme. Mereka lebih menekankan sisi sejarah, bukan Islam sebagai sebuah muatan etis.

Karena itu, mengacu pada sejarah tersebut, para ilmuwan sosial berkesimpulan, tak mengherankan bila umat Islam tertinggal dari yang lain soal pengumpulan kekayaan pribadi. Penghambat paling serius terhadap kapitalisme tersebut, dalam pandangan mereka, ialah landasan tak ramah institusi politik, sosial, dan ekonomi yang menghalangi wiraswastawan, tak soal bagaimana derajat kesalehan mereka.

Pada poin perdebatan yang kedua, sejarawan ekonomi mulai mengalihkan pedebatan ke arah yang baru, yakni mereka tidak hanya berpendapat bahwa kapitalisme di dunia Islam lebih maju dan menyebar dari yang diduga. Tetapi juga, bahwa Islam itu sendiri selayaknya dihargai karena prestasi-prestasi ini.

Kapitalisme dagang yang bergelora menghubungkan kota-kota besar di Asia dan Afrika dalam jaringan antarbenua yang merentang dari Jalan Sutra hingga Pantai emas, dari Sahara hingga Kepulauan Spice, dari Laut Hitam hingga Tanjung Harapan.

Ini memberikan konsekuensi bahwa kaum Muslim juga berbudaya kosmpolitan. Di wilayah-wilayah non-Arab, pedagang sufi menjadi perwujudan peradaban islam internasional yang mempersatukan agama dan perdagangan, kota, desa, mistisisme sederhana, dan ortodoksi yang luwes.

Para sejarawan dan ahli eknomi sering berpendapat bahwa berkembangnya perdagangan internasional dapat memajukan revolusi industri di seluruh dunia Islam seandainya Muslim mampu menahan serangan gencar imperalisme Eropa.

Dari sudut pandang ini, penghalang kapitalisme bukan kelemahan inheren pemikiran Islam atau kekuatan institusi yang ketinggalan zaman, melainkan kekuatan persenjataan dan ketamakan Barat. Di banyak negara, serbuan komersial dan kolonial Eropa telah menghancurkan kerajinan dan manufaktur pribumi.

Dan, pusaran perdebatan yang terakhir, yaitu bahwa Islam menjadi alternatif sistem perekonomian selain kapitalisme. Ini karena kapitalisme lebih diidentikkan dengan dominasi asing dan kehilangan sebagian daya tariknya di hadapan kaum Muslim. Perekonomian Islam yang autentik dan lebih koheren dapat mengungguli kapitalisme pada masa mendatang. Ini memuncak dan menggeliat terutama selama periode melimpahnya minyak pada 1970-an.



MATRIK RINGKASAN PELAKSANAAN DIKLAT

Nama Kegiatan
Tanggal/ waktu pelaksanaan
Institusi Penyelenggara
Tempat Kegiatan
Nama-Nama Fasilitator/ Pemakalah/ Pembahas
Dampak
Bedah Buku “Arab, Kuno dan Islam - Dari Kapitalisme Perdagangan ke Kapitalisme Religius”
3 Februari 2018
Program Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan
Auditorium Kampus 4 UAD, Jl. Ringroad Selatan, Kragilan, Tamanan, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
-          DR.Suwarsono Muhamad, M.M, Penulis Buku “Arab, Kuno dan Islam - Dari Kapitalisme Perdagangan ke Kapitalisme Religius”
-          Prof. Asyarie Musa dari UIN Sunan Kalijaga
-          Dr. Yoyo, MA. Pengajar di UAD
-          Memahami Kebijakan Program Pascasarjana
-          Memanfaatan Keterkaitan Arab kuno dan Islam dengan aktivitas ekonomi di masanya sebagai bahan pengajaran IPS di SD


Comments

Baca Juga