Skip to main content

Featured Post

Profil Rahma Huda Putranto

Rahma Huda Putranto, S.Pd. adalah Duta Baca Kabupaten Magelang yang   lahir di Magelang, pada tahun 1992, lulus dengan predikat cumlaude dari Jurusan S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Semarang tahun 2014. Kini sedang menempuh Program Magister Manajemen Pendidikan di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Penulis pernah bekerja sebagai guru di SD Muhammadiyah Borobudur. Kemudian mendapat penempatan di SDN Giripurno 2 Kecamatan Borobudur sebagai Pegawai Negeri Sipil. Terhitung mulai tanggal 1 Maret 2018 mendapat tugas baru di SD Negeri Borobudur 1. Alamat tempat tinggal penulis berada di dusun Jayan RT 02 RW 01, Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, penulis dapat dihubungi melalui email r_huda_p@yahoo.co.id. Penulis pernah mengikuti program Latihan Mengajar di Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia selama 3 bulan pada tahun 2013. Penulis meraih peringkat ke-2 tes CPNS Kabupaten Magelang tahun 2014. Ket

Homo Festivus Manusia Indonesia

Ilustrasi perayaan HUT RI Di Dusun Jayan RT 02 RW 01

Kehidupan manusia identik dengan peringatan-peringatan. Peringatan ini biasanya digunakan untuk mengenang suatu peristiwa penting. Sehingga lahirlah istilah bahwa manusia adalah makhluk festival, homo festivus.

Festival atau peringatan yang dilakukan manusia memiliki ciri yang umum. Konon festival yang diselenggarakan manusia di seluruh dunia memiliki persamaan. Ciri-ciri festival tersebut adalah:
1. Festival identik untuk mengenang masa lalu
2. Festival diperingati secara gathering atau mengumpulkan orang-orang
3. Festival mengandung  spirit membangun masa kini dan esok

Indonesia yang kaya akan suku dan budaya memiliki banyak ritual berupa festival atau peringatan. Bahkan sejak manusia dalam kandungan sampai manusia sudah tidak ada di dunia ini lagi. Ada juga peringatan untuk mengingat peristiwa besar yang berkaitan dengan orang banyak.

Festival manusia sebelum lahir diwujudkan dalam tradisi Jawa ada "ngapati", "mitoni". Peringatan setelah meninggal diperingati tujuh hari, empat puluh hari, 100 hari, sampai 1000 hari terhitung setelah orang itu meninggal. Peringatan setelah meninggal ini kebanyakan orang jawa mengetahui karena dipengaruhi ritual keagamaan Hindu. Namun berdasarkan kajian sejarah ternyata upacara paska kematian ini dipengaruhi kebudayaan Champa.

Contoh peristiwa di atas adalah peristiwa yang berkaitan dengan individu perorangan. Festival memperingati peristiwa yang menjadi kesuksesan orang banyak misalnya peringatan dirgahayu kemerdekaan Indonesia. Dimana dulu peristiwa merebut kemerdekaan melibatkan perjuangan seluruh rakyat Indonesia.

Akhir-akhir ini festival peringatan HUT RI penyelenggaraannya sampai tingkat RT. Peringatan HUT RI di tingkat RT sudah berjalan beberapa tahun terakhir. Contoh peristiwa festival untuk memperingati sebuah kejadian telah menegaskan manusia sebagau "Homo Festivus".

Borobudur, 11 September 2018

Comments

Baca Juga